BBPOM Musnahkan Tiga Truk Produk Obat, Kosmetik dan Pangan Ilegal

PADANG – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Sumatera Barat memusnahkan produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan pangan ilegal, yang merupakan hasil sitaan BBPOM Padang dengan nilai keekonomian mencapai Rp1,8 miliar lebih.

Kepala BBPOM Padang Zulkifli menjelaskan jumlah obat, kosmetik, dan pangan ilegal yang dimusnahkan itu terdiri dari 860 item (29.568 pieces) obat dengan keekonomian Rp171 juta. 50 item (1.116 pieces) pangan dengan nilai keekonomian lebih dari Rp652 juta. Lalu 745 item (8.968 pieces) kosmetik dengan nilai keekonomian lebih dari Rp350 juta. Sementara untuk obat tradisional ada 519 item (5.755 pieces) dengan nilai keekonomian Rp117 juta.

“Tidak hanya dari has sitaan BBPOM saja yang kita musnahkan, tetapi juga ada barang bukti titipan milik Kejaksaan Tinggi dengan 6 item (1.069 pieces) obat tradisional dengan nilai keekonomian lebih dari Rp316 juta,” katanya, Jumat (11/8/2017).

Ia menyebutkan barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan hasil pengawasan BBPOM dari tahun 2015-2017. Tidak hanya itu, pada tahun 2016 kemarin, BBPOM Padang juga telah melakukan penindakan secara pro-justitia atas 24 perkara pelanggaran di bidang obat dan makanan melalui beberapa operasi.

“Jadi barang bukti itu kita dapatkan melalui operasi pangea, operasi strom, operasi terpadu, serta operasi gabungan nasional,” ungkapnya.

Zulkifli juga mengatakan, meski hari ini dilakukan pemusnahan sejumlah obat, kosmetik, dan pangan ilegal secara simbolis. “Nantinya, dengan jumlah barang bukti sebanyak tiga truk itu, akan di musnahkan di tempat pembuangan sampah di Air Dingin,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito mengatakan dalam upaya memberantas peredaran produk ilegal tersebut, Badan POM bersama BBPOM terus melakukan pengawasan secara komprehensif meliputi pre-market evaluation dan post-market control secara rutin di seluruh daerah di Indonesia.

“Kegiatan pemusnahan yang dilakukan hari ini, merupakan salah satu untuk memastikan agar obat dan makanan ilegal tidak lagi beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, selain memberantas peredaran produk ilegal, Badan POM bersama mendorong produk UMKM untuk memperoleh izin edar dari Badan POM. Hal tersebut tentunya akan membuat para pelaku UMKM merasa lebih percaya diri untuk memasarkan produknya.

“Saya berharap betul, agar pelaku UMKM menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan usahanya,” tegasnya.

Penny juga menyebutkan, agar masyarakat terhindar dari persoalan obat dan makanan yang kadaluwarsa, harap memeriksa dulu kemasannya untuk melihat waktu kadaluwarsa. Selain soal waktu juga perlu diperhatikan soal izin edar produk terkait.

Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito/Foto: M. Noli Hendra

 

Lihat juga...