hut

Cuaca Hujan , DPPP Cek Kesehatan Hewan Kurban

BALIKPAPAN — Untuk memastikan hewan kurban yang disembelih pada perayaan Hari Raya Idul Adha, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Balikpapan melakukan pemeriksaan hewan ke sejumlah tepat penyembelihan hewan kurban saat malam takbir dan setelah salat Idul Adha 1438 Hijriah. Pemeriksanaan kesehatan hewan itu karena cuaca hujan atau hujan deras kerap turun sehingga hewan kambing rentan terserang perut kembung.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Balikpapan Yosmianto menjelaskan pengecekan dan pemeriksaan kesehatan itu dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang disembelih sehat dan layak konsumsi masyarakat.

“Tim kami memantau ke masji dan sekolah sebelum dipotong atau pas hari H sehingga dua kali pengecekan,” terangnya Kamis, (31/8/2017).

Cuaca hujan yang masih sering terjadi juga berdampak pada hewan kurban, apabila kondisinya berlangsung hingga Idul Adha dan ada potensi hewannya rentang terserang perut kembung khususnya untuk kambing.

“Kalau kambing di cuaca hujan begini dingin cepat kembung. Kalau penanganannya tidak tepat atau telat diberikan makan. Sehingga kerugian bagi penjual hewan kurban,” papar Yosmianto.

Sementara itu, salah seorang pedagang hewan kurban Ismail mengaku musim hujan mempengaruhi hewan kambing karena rentan masuk angin apabila cuaca dingin.

“Musim dingin memang mempengaruhi kondisi kambing bisa masuk angin kalo nggak dijaga baik. Makanya waktu hujan kambingnya, saya masuk kan ke dalam rumah kebetulan kosong biar nggak masuk angin,” bebernya saat melayani pembeli hewan kurban.

Dikatakannya, pada Idul Adha tahun ini menyediakan 50 ekor kambing dan hingga menjelang tersisa 4 ekor.

“Kemarin saya sediakan hewan kurban 50 ekor. Sekarang sisa 4 ekor yang kecil. Kalau yang kecil itu harganya Rp2.200.000, sementara yang besar Rp3.800.000,” sebut pria yang sehari-hari bekerja di percetakan.

Ismail menambahkan tahun ini penjualan hewan kurban untuk kambing mengalami penurunan dari tahun lalu karena ekonomi daerah juga lagi sepi.

“Ekonomi nya kali lagi sepi jadinya pembeli turun. Tahun lalu saya sediakan 80 ekor dan habis semua. Tapi tahun ini lumayan biar sepi, tinggal sedikit juga,” tambahnya.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Balikpapan Yosmianto/Foto: Ferry Cahyanti.
Lihat juga...