hut

Ikatan Arsitek Balikpapan Usul Kaji Ulang Perencanaan Infrastruktur

BALIKPAPAN — Ikatan Arsitek Indonesia Cabang Balikpapan mendorong Pemerintah Kota untuk mereview atau mengkaji ulang perencanaan infrastruktur pembangunan kota agar tertata dengan baik.

Review ulang itu dilakukan untuk mengubah pola pikir, bahwa Provinsi Kalimantan Timur tidak harus mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) lagi yang menjadi sektor andalan. Namun, mulai berpikir bagaimana menggali potensi sektor lainnya yaitu seperti pariwisata dan sektor jasa lainnya.

Ketua Ikatan Arsitek Balikpapan Wahyullah Bandung berpendapat saat ini banyak infrastruktur yang tidak dibangun dengan perencanaan yang matang sehingga menimbulkan bencana banjir dan kemacetan lalu lintas.

“Memang pertumbuhan penduduk juga meningkat tapi perencanaan infrastruktur pun harus sesuai perencanaan yang baik, agar bencana banjir itu tidak terjadi. Banjir di beberapa titik sudah terjadi, macet juga beberapa titik,” katanya Rabu, (30/8/2017).

Saatnya pemkot harus beralih dan mengembangkan sektor pariwisata untuk mendapatkan penghasilan. Ia mengaku apabila pemerintah melakukan pembangunan infrastrukur agar terlambat karena anggaran pemerintah daerah sendiri dilanda defisit.

“Balikpapan dilanda defisit karena harga migas dan tambang batu bara anjlok. Kalau mau membangun, dana mau dapat dari mana,” tukas Wahyullah.

Karena itu, pihaknya mendorong untuk melakukan review ulang perencanaan secara revolusioner untuk mengubah pola pikir menggali sektor-sektor yang memiliki potensi pendapatan, tidak hanya dari SDA.

“Sekarang bagai mana mereview perencanaan secara revolusioner. Kita harus mengubah cara pandang kita bahwa Balikpapan atau Kaltim tak lagi mengandalkan sumber ekonominya dari Sumber Daya Alam (SDA),” ulasnya.

Menurutnya, saat ini sektor pariwisata berjalan dengan minim anggaran sehingga potensi pariwisata tidak digali dengan maksimal. Bahkan pariwisata di Balikpapan juga kurang di dukung infrastruktur seperti bus pariwisata ke Mangrove Center.

“Potensi pariwisata apabila digali dengan serius akan menghasilkan pendapatan daerah yang maksimal. Bagaimana mengemasnya dengan baik dan menarik maka pastinya akan menarik wisatawan, mengingat SDA sudah tidak menjadi sektor andalan dalam pendapatan daerah,” tegas Wahyullah.

Kata dia, obyek pariwisata Mangrove Center apabila digali lebih jauh lagi akan menghasilkan pendapatan daerah. “Andai saja ada kendaraan bus pariwisata yang bisa mengantar wisatawan ke Mangrove Center maka akan banyak yang datang. Ini yang dimaksud infrastruktur juga harus didukung,” tambahnya.

Lihat juga...