Wakaf Sun Life, Produk Asuransi Syariah

JAKARTA – PT. Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) meluncurkan fitur wakaf untuk polis produk asuransi jiwa syariah di Jakarta, Senin (14/8/2017).  Dengan manfaat wakaf ini, nasabah dapat berwakaf dengan menggunakan manfaat asuransi dan manfaat investasi yang dimilikinya.

Chief Agency Officer Syariah Sun Life, Norman Nugraha, mengatakan, produk wakaf Sun Life diluncurkan untuk menjawab kebutuhan nasabah, yang tidak hanya sebagai bentuk  proteksi dan perencanaan keuangan yang lebih baik, namun juga dapat memenuhi kebutuhan nasabah dalam beribadah, khususnya berwakaf.

Nasabah dapat berwakaf dengan menggunakan manfaat asuransi dan manfaat investasi yang dimiliki. “Dengan produk asuransi wakaf ini,  bukan hanya sebagai bentuk proteksi jangka panjang, tapi masyarakat juga bisa beribadah, memperbanyak amal melalui memberi wakaf,” ujar Norman dalam sambutannya.

Dirinya menilai, sebagai sebuah bangsa yang hampir 90 persen masyarakatnya muslim, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk bisa mengembangkan sistem pemanfaatan penetrasi keuangan syariah, salah satunya dalam pengumpulan dana wakaf di masyarakat.

Pemanfaatan wakaf itu harus berlandaskan pada fatwa DSN-MUI No 106/DSN-MUI/X/2006 tentang wakaf manfaat asuransi dana investasi pada asuransi jiwa syariah. “Sun Life merupakan perusahaan asuransi syariah pertama yang mendapat izin pengelolaan produk polis wakaf di Indonesia,” ujarnya.

Sun Life, jelas Norman,  ingin memberikan kemudahan bagi pemegang polis untuk melakukan ibadah wakaf. Karena itu, semua hasil investasi polis asuransi jiwa syariah dari Sun Life dapat diwakafkan. Peserta dapat memilih lembaga wakaf berizin pemerintah yang menjadi mitra Sun Life. Pemegang polis juga tidak perlu mencemaskan masalah keamanan, karena di lembaga wakaf yang telah terdaftar, dana nasabah dikelola secara profesional sesuai hukum yang berlaku.

Sun Life memberikan kemudahaan dalam menyalurkan dana wakaf dengan menggandeng lembaga pengelola aset wakaf (nazhir) yaitu Badan Wakaf Indonesia, Dompet Dhuafa, Rumah Wakaf, dan 174 lembaga yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas Syariah dan Wakil Ketua DSN MUI, Fathurrahman Djamil menjelaskan, jumlah wakaf yang terkumpul masih jauh dari perkiraan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), jumlah wakaf per Desember 2016 baru mencapai Rp 3 miliar, sementara target wakaf sesuai dengan potensi pasar adalah Rp 330 miliar.

Menurut Fathurrahman, tantangan mendasar dalam mengoptimalkan program wakaf di Indonesia adalah belum dipahaminya hukum wakaf dengan baik dan benar oleh sebagian besar masyarakat.

“Peningkatan sosialisasi mengenai manfaat wakaf bagi masyarakat dapat menjadi solusi. Karena itu, kami sangat mengapresiasi langkah perusahaan asuransi jiwa syariah Sun Life yang telah berperan dalam mengedukasi sekaligus mempermudah masyarakat dalam berwakaf,” ungkapnya.

Vice Chairman BWI, H.M.Nadratuzzaman Hosen, menyebutkan, bahwa seluruh lembaga pengelola aset wakaf terdaftar dan diawasi oleh BWI yang berperan untuk membina pengelola aset wakaf agar aset dikelola lebih baik dan produktif. “BWI mendukung langkah Sun Life dalam membangun pilar ekonomi melalui wakaf untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

BWI, jelas dia, mempunyai tujuan agar semua harta wakaf bisa dikelola secara produktif dan hasilnya disalurkan untuk berbagai sektor kemaslahatan umum. Seperti operasional masjid, beasiswa, pembangunan infrastruktur publik, pembangunan sekolah, pengentasan kemiskinan, dan bantuan sosial.

Manfaat wakaf dalam produk asuransi jiwa syariah telah banyak dinanti oleh para pemegang polis yang ingin memanfaatkan wakaf dalam menopang dan menggerakkan kehidupan sosial kemasyarakatan, baik aspek ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan lainnya. “Tentu, setiap nasabah yang ingin berwakaf melalui Sun Life wajib membuat perjanjian wakaf,” pungkas Nadratuzzam.

Lihat juga...