Abrasi Pulau Tikus Ancam Kelestarian Penyu

BENGKULU – Ketua Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu, Dede Hartono mengatakan, abrasi atau pengikisan daratan Pulau Tikus mengancam kelestarian sejumlah jenis penyu yang naik bertelur ke pulau berjarak sembilan kilometer dari Kota Bengkulu itu.

“Pulau Tikus itu merupakan spawning ground atau tempat bertelur penyu yang sangat baik dan strategis, tapi sayang ancaman abrasi sangat tinggi,” kata Dede di Bengkulu, Rabu.

Ia mengatakan abrasi akibat kenaikan muka air laut dan kerusakan pesisir membuat luas daratan Pulau Tikus terus menyusut.

Luas awal daratan pulau yang dimiliki Dirjen Perhubungan Laut adalah dua hektare, namun kini tersisa 0,6 hektare.

Kehilangan daratan tersebut secara langsung, kata Dede, berpengaruh terhadap kelestarian atau keberlanjutan penyu yang rutin singgah untuk bertelur di pulau tersebut.

“Perlu upaya mengatasi abrasi di Pulau Tikus sehingga daratan pulau itu tidak habis dikikis ombak,” kata dia.

Lihat juga...