hut

Angkutan Udara Beri Andil Terbesar Deflasi Balikpapan

BALIKPAPAN — Angkutan udara memberikan andil terbesar terhadap terjadinya deflasi Kota Balikpapan pada Agustus 2017, sebesar 0,62 persen. Angkutan udara mengalami penurunan indeks harga sebesar 18,5421 persen dan memberikan andil sebesar -0,7057.

Berdasarkan kontribusinya terhadap total konsumsi rumah tangga, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan memberikan andil terbesar terhadap terjadinya deflasi bulan ini, yaitu 0,7138 persen, diikuti kelompok bahan makanan sebesar 0,0329 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan, Nur Wahid, menerangkan Agustus 2017 kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,16 persen dan memberikan andil sebesar -0,0329 persen terhadap inflasi secara keseluruhan.

“Menjelang perayaan hari raya Idul Adha pemerintah daerah, telah mengantisipasi dengan menjaga stok, sehingga permintaan dapat dipenuhi. Dengan mampu dipenuhi tidak menimbulkan gejolak harga, sehingga inflasi tetap terjaga,” katanya, Senin (4/9/2017).

Kelompok yang mengalami penurunan indeks harga pada bulan ini, yaitu kelompok bahan makanan, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Lanjut Nur Wahid, kelompok komoditi pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mengalami kenaikan indeks harga pada bulan ini, yaitu  kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau.

“Deflasi pada Agustus 2017 sepertinya kelanjutan dari tren sebelumnya setelah pada bulan sebelumnya menjelang lebaran (Juni) harga mengalami kenaikan signifikan. Semoga saja kondisi ini tetap terjaga dalam kestabilan harga,” ujarnya.

Ia mengatakan, komoditi yang memberikan andil besar terhadap deflasi adalah mobil dan angkutan udara. Sedangkan komoditi yang justru memberikan andil terhadap inflasi, yaitu tarif pulsa ponsel, sepeda motor, biaya administrasi Kartu ATM.

Adapun inflasi Tahun Kalender atau Year-to-Date pada Agustus 2017 sebesar 1,27 persen, dan inflasi Year-on- Year sebesar 2,81 persen. “Di region Kalimantan, Balikpapan merupakan salah satu dari empat kota yang mengalami deflasi. Balikpapan menempati urutan ketiga sebesar 0,62 persen. Sementara inflasi tertinggi dialami Kota Singkawang sebesar 0,18 persen, diikuti Kota Pontianak sebesar 0,14 persen dan Kota Palangkaraya sebesar 0,12 persen,” tutupnya.

Lihat juga...