Bantuan Gedung Baru dan Kapal Motor Permudah Aktivitas Belajar

LAMPUNG – Kondisi bangunan sekolah SDN 5 Sumur yang memprihatinkan dengan hanya satu lokal tempat belajar yang dibagi menjadi beberapa rombongan belajar menggunakan sekat papan, tidak menyurutkan siswa dan guru sekolah di Pulau Rimau Balak untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.

Menurut Sudarso S.Pd selaku guru kelas 4 SDN 5 Sumur, sekolah yang berdiri sejak tahun 1990 tersebut terpaksa dibagi dalam beberapa kelas bahkan satu kelas dibagi menjadi tiga rombongan belajar.

Sudarso menyebut, dengan keterbatasan itu akhirnya pada tahun 2017 sekitar bulan Februari menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pendidikan berupa kapal motor. Kapal motor dengan mesin engkol berkekuatan 8 PK berkapasitas 1 ton dan mampu membawa sekitar 15 orang itu bisa dipergunakan sebagai transportasi keperluan sekolah siswa dan guru saat melakukan aktivitas dari Pulau Rimau Balak ke Pulau Sumatera.

“Bantuan berupa kapal motor tersebut dibuat oleh masyarakat yang ada di Gusung Berak, oleh salah satu orangtua murid sehingga bisa membantu aktivitas kegiatan siswa dan guru karena bantuan perahu sebelumnya sudah rusak,” ungkap Sudarso, guru kelas 4 SDN 5 Sumur yang terletak di Pulau Rimau Balak Kecamatan Ketapang saat ditemui Cendana News, Kamis (28/9/2017).

Ruang kelas yang disekat di SDN 5 Sumur Pulau Rimau Balak. [Foto: Henk Widi]
Bantuan berupa uang yang dibuat perahu tersebut cukup membantu aktivitas sekolah. Biaya operasional rata-rata dua liter solar untuk aktivitas normal per hari selama satu bulan hari sekolah. Biaya operasional tersebut diakuinya dibebankan kepada semua guru yang mempergunakan satu perahu akibat sebanyak 6 guru tinggal di Pulau Sumatera dan melakukan aktivitas pulang pergi menggunakan perahu.

Dalam kondisi cuaca buruk pun diakui Sudarso saat ini pihak sekolah memberikan bantuan pelampung dari Satuan Kepolisian Air Polres Lampung Selatan dengan jumlah sebanyak 6 pelampung. Selain guru siswa SDN 5 Sumur sebanyak 6 siswa dari Kampung Buah di ujung Timur Pulau Rimau Balak menggunakan perahu ketinting untuk aktivitas berangkat ke sekolah.

“Fasilitas dermaga juga terus diperbaiki dengan adanya kepedulian dari masyarakat untuk dermaga sekaligus digunakan sebagai fasilitas untuk sekolah,” beber Sudarso.

Idealnya, fasilitas kendaraan air yang diperlukan untuk kegiatan belajar siswa SDN 5 Sumur  masih membutuhkan satu perahu untuk aktivitas anak-anak sekolah. Khususnya saat akan melakukan aktivitas di darat. Sementara siswa lain yang tinggal di Pulau Rimau Balak masih harus melewati jalan tanah yang becek saat hujan. Fasilitas jalan paving blok yang dibuat di Dusun Gusung Berak saat ini masih sepanjang 600 meter paving blok. Idealnya masih diperlukan tambahan sepanjang 700 meter jalan lingkungan berupa paving blok.

Selain bantuan berupa kapal motor SDN 5 Sumur juga pada tahun ajaran 2017/2018 mendapat ruang kelas baru yang bisa dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sudarso menyebut, ruangan dengan ukuran 8 x 7 meter direncanakan untuk ruang kelas 1 dan kelas 2 sehingga bisa disekat dua kelas satu ruangan, setelah sebelumnya satu kelas digunakan untuk tiga kelas.

Sudarso menyebut, dengan adanya bantuan ruang kelas baru tersebut, sebanyak 42 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 bisa belajar dengan nyaman akibat sekat-sekat papan yang memisahkan antarkelas. Saat ini proses penyelesaian pembuatan ruang kelas baru sedang berjalan dan direncanakan akan langsung dipakai untuk kegiatan belajar mengajar pada awal Oktober ini.

Bangunan SDN 5 Sumur Desa Sumur Kecamatan Ketapang dengan bangunan lama dan bangunan baru yang sedang dibangun. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...