Jumlah IKM di Lebak Meningkat

LEBAK – Pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meningkat. Catatan Dins Perindustrian dan Perdagangan setempat, dalam satu tahun terakhir terjadi peningkatan dari semula 16.000 menjadi 16.500 unit usaha.

Peningkatan jumlah usaha tersebut diyakiniberdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Meningkatnya IKM itu karena permintaan pasar cenderung meningkat,” kata Kepala Seksi Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Sutisna di Lebak, Sabtu (16/9/2017).

Pemerintah daerah terus mengoptimalkan pembinaan juga bantuan bagi pelaku IKM agar berkembang sehingga dapat mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Pembinaan itu antara lain pelatihan untuk meningkatkan kualitas sehingga bisa menembus pasar domestik hingga mancanegara.

Selain itu peningkatan kemasan, pemasangan barcode, BPOM, Kemenkes, sertifikasi organik internasional dan halal yang dikeluarkan MUI. Disamping itu juga bantuan berupa peralatan industri guna meningkatkan produksi serta efesiensi biaya. “Kami optimistis kedepan IKM Lebak bisa menjadikan andalan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Menurut dia, saat ini produksi IKM bidang aneka kerajinan makanan olahan, seperti pisang sale, keripik pisang, kerupuk emping, keripik talas, gula semut, abon ikan, keripik singkong dan lainnya. Selain itu juga kerajinan anyaman bambu, tikar pandan, batu fosil dan batu permata kalimaya.

Penyerapan tenaga kerja IKM itu sekitar 33.000 orang dan jika dikalkulasikan 16.500 unit usaha dengan memperkerjakan rata-rata dua orang. “Kami yakin berkembangnya IKM itu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Lihat juga...