hut

Kebutuhan Penyimpanan Data oleh UMKM Meningkat

JAKARTA – Kebutuhan kemampuan untuk menyimpan data oleh usaha kecil dan menengah (UMKM) akan mengalami kenaikan. Dari survey yang dilakukan perusahaan teknologi informasi Fujitsu, kondisi tersebut akan terjadi hingga dua kali lipat dalam jangka waktu empat tahun ke depan.

“Dalam lanskap bisnis digital saat ini, lebih dari sebelumnya, bisnis kecil dan menengah membutuhkan sebuah solusi penyimpanan data yang tidak membatasi langkah mereka, tidak peduli seberapa cepat pertumbuhan atau seberapa tidak pastinya kebutuhan penyimpanan dan backup data mereka,” kata Head of Category Management Data Center Fujitsu, Olivier Delachapelle Kamis (14/9/2017).

Survey tersebut dilakukan secara global kepada 182 CFO UKM yang terdapat di kawasan Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan, di mana 59 persen melihat teknologi sebagai faktor penting efisiensi operasional. Sekitar 90 persen responden survey menempatkan kemampuan untuk dapat mengantisipasi kebutuhan masa depan termasuk kebutuhan teknologi untuk penyimpanan data sebagai agenda utama mereka.

“Temuan dari survei kami kepada para CFO ini memastikan bahwa perlindungan dan keamanan data merupakan objektif utama dalam upaya modernisasi penyimpanan,” kata Olivier Delachapelle.

Namun, melihat risiko yang dapat terjadi, masalah ketersediaan, perlindungan dan keamanan data menjadi sorotan utama. Para pengambil keputusan keuangan mengungkapkan kecemasan mereka terhadap implikasi dari pertumbuhan volume data yang tak terduga. Masalah-masalah lain yang menjadi sorotan adalah kebutuhan biaya yang dibutuhkan untuk menaikan kapasitas penyimpanan tambahan dan kekhawatiran tentang biaya pengelolaan data yang ikut membengkak karena volume data yang terus meningkat dengan cepat.

Sedangkan di Indonesia diwartakan, anggaran untuk Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dinilai perlu lebih ditingkatkan dalam rangka lebih memberdayakan ekonomi rakyat serta mengatasi persoalan ketimpangan. “Kementerian yang mendorong kemajuan koperasi dan UKM tidak mendapatkan dukungan politik anggaran yang memadai, anggarannya sangat kecil sekali,” kata Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno.

Menurut Teguh, dengan lebih memajukan anggaran dan program Kementerian Koperasi dan UKM dinilai bakal dapat mempercepat kemajuan dan pemerataan kesejahteraan berbagai kalangan rakyat. Hal tersebut, lanjutnya, juga selaras dengan tujuan koperasi adalah tulang punggung perekonomian, sehingga seharusnya yang direvitalisasi saat ini adalah lembaga koperasi. “Kita sudah dari dulu menyepakati kegiatan usaha rakyat sebagai tulang punggung perekonomian,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!