Kemarau Berimbas pada Kenaikan Harga Beras di Pasar Banjar

BANJAR — Harga beras di Pasar Banjar, Jawa Barat, mulai mengalami kenaikan harga. Hal tersebut disebabkan oleh berkurangnya pasokan beras, dari sejumlah daerah yang biasa mengirim beras kepada para pedangang yang ada di Pasar Banjar, serta dampak dari musim kemarau sekarang ini.

Pasokan beras yang ada di Pasar Banjar ini, masih mengandalkan dari daerah lain seperti daerah Lakbok, Banjarsari, Padaherang, Pamarican, Majenang, dan daerah lainnya.

“Kenaikan harga beras yang terjadi di para pedagang yang ada di Pasar Banjar ini,tidak langsung naik, namun berlangsungnya secara bertahap,” ungkap, H. Suparman, salah seorang pedagang beras di Pasar Banjar, saat ditemui di toko beras miliknya, Jumat (08/09).

Suparman, mengungkapkan, kenaikan harga beras itu biasanya bergantung pada cuaca dan musim. Seperti saat musim kemarau sekarang ini, pasokan beras sangat sulit diperoleh para pedagang beras yang ada di Pasar Banjar, sehingga mengakibatkan harga beras mengalami kenaikan.

“Saat musim kemarau tiba, para pedagang beras yang ada di Pasar Banjar, mengalami sedikit kesulitan dalam hal pasokan beras, yang dikirim dari para tengkulak kepada kami. Sawah-sawah mulai kering, sehingga harga beras mengalami kenaikan,” jelasnya

Suparman, menuturkan saat ini harga beras di Pasar Banjar, pada kisaran harga Rp8.800 per kilogram. Itu pun untuk pembeli beras partai besar, sedangkan untuk harga eceran, harga beras di kisaran Rp9.000,-/Kg. Seminggu yang lalu harga beras di Pasar Banjar, di kisaran harga Rp 8.000,/Kg. Kalau dihitung maka kenaikan yang terjadi dalam seminggu ini sekitar seribu rupiah per kilogram.

“Dikarenakan adanya kenaikan harga penjualan beras di Pasar Banjar, sehingga penjualan beras pun mengalami sedikit penurunan. Saat harga beras naik seperti sekarang ini, paling kami bisa menjual sekitar satu ton beras setiap hari. Padahal kalau harga beras normal, kami bisa menjual sekitar 1,5-2 ton per hari,” ujarnya.

Lihat juga...