Lancarkan Peredaran Uang Logam, BI Balikpapan Jembatani Pelaku Usaha Retail

BALIKPAPAN — Guna melancarkan peredaran uang logam, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menjembatani penyaluran dari masyarakat ke pelaku usaha retail. Hal itu dilakukan dengan membentuk grup ‘Balikpapan Besimpun Benggol’ (Balikpapan peduli uang koin) melalui media sosial.

Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani menuturkan, retailer saat ini terus meminta pasokan uang logam kepada bank sentral, namun peredaran tidak begitu lancar.

“Dengan pembentukan grup bernama ‘Balikpapan Besimpun Benggol’ diharapkan mampu membuka arus peredaran dan dapat memenuhi kebutuhan uang logam retailer,” ucapnya di Balikpapan, Jumat (29/9/2017).

Berdasarkan data Bank Indonesia, hingga semester II sudah mengedarkan uang logam sebanyak Rp4 miliar, namun jumlah yang kembali hanya Rp70 juta atau 2 persen.

“Karena itu peredaran uang logam terhambat dan membuat permintaan uang logam dari retailer terus meningkat,” sebutnya.

Dia berpendapat kini masyarakat cenderung memilih bertransaksi menggunakan uang kertas dan memillih uang logam bernominal besar, sehingga uang logam nominal kecil seringkali dihimpun saja.

Suharman menambahkan sejak grup ini dibentuk sudah ada 426 anggota, dan selama satu bulan penukaran uang logam aktif terlaksana.

“Bisa dibilang pembentukan grup ini dapat berjalan efektif. Kami kurangi pasokan uang logamnya pada mobil kas kelilling, dan ternyata tidak ada masalah,” pungkasnya.

Lihat juga...