Menikmati Jernihnya Air Sumber Jenon Gunung Ronggo

491

 

 

 

 

 

MALANG — Kabupaten Malang selama ini terkenal akan wisata alamnya yang mempesona. Salah satunya, Sumber Jenon. Sumber mata air yang ada sejak zaman Belanda ini berlokasi di Desa Gunung Ronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sisyandi (kanan). -Foto: Agus Nurcholiq

Untuk dapat sampai ke tempat wisata Sumber Jenon, wisatawan bisa menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Juga bisa mengakses fasilitas google maps untuk mengetahui rute menuju lokasi Sumber Jenon. Untuk bisa menikmati kesegaran berenang di kolam Sumber Jenon, pengunjung hanya dikenai biaya parkir motor sebesar Rp5 ribu.

Di tempat wisata ini, pengunjung bisa melihat secara langsung kejernihan air sumber Jenon. Bahkan karena begitu jernih airnya, wisatawan juga bisa melihat hingga ke dasar kolam. Uniknya, di titik sebelah timur kolam sumber Jenon, airnya berwana biru, jika terkena sinar matahari.

Lokasi kolam Sumber Jenon berada di tengah-tengah rerimbunan pohon besar, sehingga menghadirkan nuansa alami yang sangat kuat. Fasilitas yang ditawarkan di Sumber Jenon bisa dibilang cukup lengkap, di antaranya keberadaan toilet yang bersih, tempat persewaan ban atau pelampung, warung kecil untuk sekedar mengisi perut serta sering dijadikan tempat untuk melakukan aktivitas outbound.

Menurut pini sepuh (tokoh sepuh) di daerah tersebut, Sisyandi, nama sumber Jenon sebenarnya diambil dari nama poho Jenu yang dulu dijadikan tempat bertapa oleh Wirogati, yang berasal dari Kerajaan Mataram. Saat Wirogati bertapa, tiba-tiba ada angin besar yang kemudian menumbangkan pohon Jenu. Dari tumbangnya pohon Jenu itulah kemudian muncul Sumber mata air yang diberi nama sumber Jenu.

“Tapi, dengan berjalannya waktu, sumber Jenu sekarang lebih sering di sebut Sumber Jenon hingga sekarang,” katanya, kepada Cendana News, Minggu (24/9/2017).

Saat ini, Sumber Jenon dikelola oleh desa. Luasannya mencapai lebih dari 8.000 meter persegi, dengan kedalaman kurang lebih 2 meter untuk sebelah barat. Sedangkan di sebelah timur kedalamannya tidak bisa diprediksi, karena terdapatnya banyak pasir di sana.

Di dalam kolam sumber Jenon juga terdapat ikan Sengkaring atau ikan dewa yang konon jumlahnya tidak pernah berubah, meskipun sering dipancing. “Ikan-ikan di situ sebenarnya tidak boleh dipancing, karena ikan-ikan tersebut juga untuk membantu kelestarian sumber air, sehingga tidak sampai tercemar,” ucapnya.

Sekarang, mobil maupun motor tidak diperbolehkan untuk turun mendekati sumber. Karena kalau sampai dibolehkan turun, biasanya motor atau mobil akan dicuci di sana, sehingga bisa menyebabkan air menjadi tercemar.

Untuk menjaga kelestarian sumber Jenon juga dilakukan penanaman pepohonan untuk penghijauan. “Kami juga melarang perusahaan yang ingin mengambil air sumber Jenon untuk digunakan sebagai air mineral, karena air di sini terbatas,” katannya.

Air sumber Jenon digunakan untuk mengairi 80 hektare sawah. Kalau air digunakan oleh perusahaan air minum, maka air akan habis, karena tidak mencukupi. Kalau airnya kurang, nanti sawahnya tidak bisa diairi dan otomatis penghasilan masyarakat berkurang.

Air sumber Jenon ini juga dimanfaatkan untuk menghidupi kebutuhan 1.900 Kepala Keluarga mulai dari bangun tidur, cuci muka, mandi, masak dan buang air. “Makanya, harus benar-benar kita jaga kelestarian Sumber Jenon, karena sumber ini juga untuk generasi yang akan datang,” ungkapnya.

‘Disebutkan, debit air Sumber Jenon mencapai 250,7 liter per detik. Sisyandi mengatakan, Sumber Jenon adalah salah satu tempat wisata tertua yang ada di Malang. Sebelum ada tempat wisata Selekta dan Sengkaling, Sumber Jenon sudah ada lebih dulu.

Tempat wisata Sumber Jenon kerapkali digunakan oleh masyarakat untuk melakukan ritual-ritual tertentu. Bahkan, dalam mitosnya, jika ada yang mandi di Sumber Jenon pada tanggal 1 Suro, bisa awet muda. Selain itu, air Sumber Jenon juga dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Dika, mengaku kagum dengan kejernihan air Sumber Jenon. “Di sini airnya benar-benar bening, jadi sangat cocok untuk berenang. Kolamnya juga luas, jadi tidak perlu berebut tempat untuk berenang,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...