hut

Minim Anggaran, PMI Balikpapan Tambah Alat Bertahap

BALIKPAPAN — Untuk memenuhi standar pelayanan World Health Organization (WHO) dalam melengkapi peralatan, Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan melakukan pengadaan alat secara bertahap mengingat anggaran yang dimiliki sangat terbatas. Bahkan, PMI juga menerima bantuan CSR dari Perusahaan apabila ada yang memberikan bantuan, namun diminta hanya berupa peralatan dan pelengkapan fasilitas kegiatan PMI.

“Upaya pengadaan alat untuk kegiatan PMI terus dilakukan. Sudah tiga tahun terakhir ini, kami mencicil untuk pengadaan alat seperti alat mendeteksi penyakit menular dari hasil donor,” ungkap Kepala PMI Balikpapan, Arfan, Sabtu (2/9/2017).

Kepala PMI Balikpapan Arfan/Foto: Ferry C

Saat ini pihaknya telah memiliki alat dengan merek Cobas 6000 dan 601 yang baru beroperasi 2016 kemarin. Alat itu untuk pemeriksaan darah dengan metode Chemiluminescence Immuno Assay (CLIA).

“Melalui alat itu, maka setelah pendonor melakukan donor maka darah di periksa kembali. Setelah lolos tidak ada penyakit menular maka diproses lanjut. Disalurkan sesuai permintaan rumah sakit” terangnya.

Arfan menjelaskan alat ini juga bisa digunakan untuk kendali mutu darah dan mencegah virus-virus hepatitis B, hepatitis C dan HIV Aids. Selain alat mutu pengelolaan, alat kualitas darah juga ada tahun 2016 yaitu NAT atau pembekuan darah agar darah lebih berkualitas dan bertahan lama.

“Alat bisa mendeteksi sekitar tiga hingga empat hari jika ditemukan reaktif,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga tengah merenovasi ruangan laboratoriumnya lebih besar dari yang ada sekarang.

“Untuk renovasi laboratorium ini melalui dana APBD kota. Kami juga usulkan ke Provinsi untuk tambah alat lagi, semiga saja disetujui karena kita tahu lagi defisit,” tambah Arfan.

Lihat juga...