Perselisihan Taksi Online dan Konvensional di Afsel Terus Memanas

JOHANNESBURG – Aksi kekerasan antara sopir taksi konvensional di Afrika Selatan dan penyedia layanan transportasi Uber dan Taxify di Afrika Selatan (Afsel) kembali memakan korban. Kali ini tercatat tiga kendaraan dibakar dengan menggunakan bom bensin.

Sopir-sopir Uber dan Taxify yang merupakan pendatang baru asal Estonia dan beroperasi di Johannesburg serta ibu kota Pretoria menghadapi ancaman dan protes dari operator taksi konvensional. Kondisi tersebut diakibatkan oleh tuduhan terhadao sopir layanan transportasi berbasis aplikasi mencaplok pelanggan mereka dengan tarif lebih murah.

Polisi mengatakan dalam sebuah insiden pada Rabu (13/9/2017), seorang sopir Taxify yang menjawab permintaan penjemputan dipojokkan oleh delapan orang. Sopir tersebut diancam dengan kekerasan saat dia tiba di sebuah lokasi.

“Kendaraan itu dibakar setelah dia turun dari mobil. Kendaraan Taxify lainnya dibakar di lokasi yang berbeda. Salah satu kendaraan itu terbakar habis, sementara yang kedua mengalami sedikit kerusakan,” ujar Kapten Polisi Daniel Mavimbela, Kamis (14/9/2017).

Hingga kemarin Mavimbela menyebut identitas tersangka masih belum dapat ditentukan. Sementara sebelumnya satu kendaraan Uber dan dua taksi lainnya dibakar pekan lalu di pasar kelas atas di distrik Sandton dan pada Rabu tiga kendaraan Taxify dibakar di Pretoria, daerah pinggiran kota Sunnyside.

Lebih dari enam ribu kendaraan menggunakan aplikasi Uber “e-hailing” untuk menemukan pelanggan di Afrika Selatan. Tempat layanan mereka telah berkembang dengan cepat karena transportasi umum tidak mengikuti kenaikan populasi di kota-kota yang luas. (Ant)

Lihat juga...