Puluhan Warga Hulu Sungai Tengah Terinfeksi HIV/AIDS

BARABAI — Sebanyak 53 warga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan terinfeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Defeciency Syndrome (AIDS), dan 29 orang telah meninggal dunia.

Perwakilan dari Dinas Kesehatan Hulu Sungai Tengah Sakdillah di Barabai, Jumat, menyebutkan jumlah warga terinfeksi HIV/AIDS meningkat dari 2014 sampai 2017.

“Warga terinfeksi HIV/AIDS ini tersebar di 14 puskesmas dan tercatat 53 orang terinfeksi virus mematikan ini,” ujar Sakdillah.

Dari temuan kasus HIV/AIDS di ‘Bumi Murakata’ ini terbanyak di Puskesmas Barabai dengan 15 orang positif terinfeksi.

Selain itu di Puskesmas Pandawan juga ditemukan sebanyak tujuh kasus, Puskesmas Durian Gantang dan Sungai Buluh masing-masing empat kasus, dan Puskesmas Pagat tiga kasus.

“Untuk di Puskesmas Pantai Hambawang, Birayang, Hantakan, Kalibaru, Kasarangan, dan Haruyan masing-masing dua kasus, sedangkan di Puskesmas Awang Besar, Limpasu, dan Kubur Jawa satu kasus,” kata Sakdillah pula.

Dia juga menjelaskan data kasus HIV/AIDS untuk Provinsi Kalsel dari tahun 2002 sampai 2016 ditemukan sebanyak 1.667 kasus dan penemuan baru di tahun 2016 sebanyak 265 kasus.

“Dari data tersebut penularannya 89,9 persen disebabkan faktor risiko seksual tinggi dan kasusnya lebih banyak ditemukan pada pemuda usia produktif 20 sampai 29 tahun,” katanya lagi.

Melihat peningkatan kasus HIV/AIDS itu Plt Sekda setempat H Akhmad Tamzil berharap semua pihak melakukan upaya pencegahan dan penanggulangannya.

“Menanggulangi HIV/AIDS ini perlu kerja sama yang maksimal dengan melakukan pemetaan fasilitas layanan potensial dan mitra yang dapat berkontribusi dalam penemuan warga positif HIV/AIDS seperti RS, dokter praktik mandiri, laboratorium dan organisasi kesehatan,” katanya lagi.

Selanjutnya Akhmad mengungkapkan perlu adanya investigasi kontak terutama mereka yang tinggal di wilayah yang berisiko tinggi penularan dan dilakukan pemantauan kepatuhan minum obat secara terus menerus kepada pasien.

“Kami juga akan menguatkan komitmen dengan membuat regulasi tentang perda eleminasi penyakit HIV/AIDS ini hingga meningkatkan pendanaan penanggulanggannya,” kata Tamzil (Ant).

Lihat juga...