hut

Sayur Daun Kelor, Makanan Keseharian Masyarakat Flores Timur

LARANTUKA — Tanaman daun kelor yang bernama latin Moringa oleifera adalah tumbuhan dari suku Moringaceae yang memiliki tinggi batang sekitar tujuh hingga 11 meter, dengan bunga berwarna putih kekuning-kuningan yang mengeluarkan bau dengan aroma bau semerbak, serta memiliki buah dengan bentuk segitiga memanjang biasanya di sebut kelentang dan biasanya juga bisa dimasak sebagai sayur.

Bagi masyarakat kabupaten Flores Timur daun Kelor merupakan satu-satunya sayuran yang tumbuh di daerah ini yang sebagian besar wilayahnya gersang dengan memiliki kontur tanah berbatu dan merupakan daerah kering.

“Masyarakat disini sudah terbiasa mengkonsumsi daun kelor, sejak turun temurun, bahkan bisa dikatakan sebagai sayuran yang dikonsumsi setiap hari, apalagi di musim kemarau, sebab hanya sayur ini saja yang tumbuh subur,” ujar Maci Diaz.

Warga kelurahan Lokea kota Larantuka ini saat ditemui Cendana News, Sabtu (2/9/2017) siang di rumahnya mengatakan, memasak daun kelor pun sangat sederhana dimana setelah dipisahkan dari batang daunnya, daun-daun kelor tersebut hanya direbus menggunakan air putih dengan ukuran sesuai selera.

Biasanya jelas Maci, daun kelor dimasak menggunakan bumbu jahe, garam dan bawang merah serta ada yang menambahkan dengan bumbu penyedap guna menghasilkan rasa yang lebih lezat.

“Tapi kalau dulu orang sering memasaknya dengan hanya diberi garam saja apalagi saat musim hujan dan biasanya dimakan saat masih panas,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Maria Yuliana warga lainnya saat ditemui Cendana News yang menyebutkan bahwa sayur daun kelor atau Merungge dalam bahasa Larantuka selalu dikonsumsi setiap hari sebab mudah diperoleh karena di setiap halaman rumah warga juga tumbuh.

Sebelum makanan ini menjadi heboh berkat khasiatnya, orang Nagi sebutan bagi orang Larantuka sudah terbiasa bahkan bisa dikatakan sayuran wajib yang dikonsumsi saban hari bila tidak memiliki uang untuk membeli sayuran di pasar.

“Masyarakat sini sudah mengganggap sayur ini sebagai rejeki sebab mudah tumbuh di daerah ini yang tergolong gersang dan tidak subur sehingga tidak heran kalau makan sayur Merungge hampir dilakukan tiap hari,” tuturnya.

Tanaman daun kelor yang tumbuh di halaman rumah warga di kota Larantuka kabupaten flores Timur. Foto : Ebed de Rosary

Untuk diketahui, WHO (Organisasi kesehatan dunia) menganjurkan agar anak-anak dan bayi yang masih masa pertumbuhan untuk mengkonsumsi daun kelor karena berkhasiat untuk menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah gizi buruk pada anak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun kelor mengandung semua unsur asam amino (essensial) yang sangat penting. Kecuali vitamin C, semua kandungan gizi yang terdapat dalam daun kelor segar akan mengalami peningkatan (konsentrasinya) jika dikonsumsi dengan cara dikeringkan dan dihaluskan dalam bentuk serbuk (tepung).

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com