hut

Sopir Taksi Online Jadi Korban Pemukulan

BALIKPAPAN — Yenos Fatuastioko (46), sopir taxi online yang juga merupakan wartawan di media lokal, Balikpapan, berharap kasus kekerasan yang menimpanya pada Minggu (10/9), bisa diusut tuntas.

Yenos mengalami kekerasan yang dilakukan oleh dua orang laki-laki yang tidak dikenalnya, saat menunggu penumpang di pelataran parkir salah satu mall di Balikpapan.

Yenos menjelaskan, peristiwa itu sekitar pukul 02.30 WITA, ketika sedang menunggu penumpang. Tak lama kemudian, ada perempuan dari bawah lari ke atas dan dikejar oleh dua laki-laki yang tidak kenal.

“Saat itu, saya standby di parkiran. Tadinya kita antar penumpang menunggu penumpang, lalu setengah jam kemudian ada perempuan dari bawah dari embasi (pub) lari-lari ke atas, dia dikejar dua laki-laki. Dia (pelaku ) memanggil, tapi si perempuan tidak mau. Dia teriak-teriak, tidak mau, terus sama laki-laki itu di teriaki, ‘kamu mau masuk mobil itukah?’ Yang ditunjuk mobil saya”, kata Yenos.

Yenos pun terkejut, karena yang dimaskud oleh dua orang laki-laki itu adalah mobilnya. “Padahal, saya tidak kenal sama perempuan dan dua laki-laki itu. Ada dua laki-laki dan satu perempuan. Tahu-tahu, 2-3 menit mendatangi saya, lalu saya keluar dari mobil. Dia tanya apa saya kenal sama perempuan itu, saya bilang tidak kenal, tapi dijawab, ‘bohong kamu’ dan saya langsung dipukul di bagian mata, perut, sampai diinjak-injak,” terangnya, Senin (11/9/2017).

Yenos mengaku sudah melaporkan kasus tersebut dan sudah di-BAP. “Lapor ke polisi sudah dan sudah BAP juga. Visum juga sudah pas kejadian langsung ke Polres,” katanya.

Menurut Yenos, saat ini telah mendapatkan pendamping kuasa hukum Rais Asosiasi Law, dan berharap kasusnya dapat diselesaikan. “Kami yang mewakil minta perkara ini dituntaskan sampai ada perkara ini ada kepastian hukum, sehingga perkara ini tidak terjadi di kemudian hari dengan bertindak main hakim sendiri,” sambung Rais.

Pelaku dapat dikenakan pasal penganiayaan atau pengeroyokan. “Semua sudah diserahkan kepada penyidik. Rencana mau gelar pra rekonstruksi. Itu pidana jelas soal alasan apa itu tidak menggugurkan pidananya. Tetap proses,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Balikpapan Sumarsono prihatin akan kejadian ini. Diakui Yenos juga terdaftar sebagai wartawan di PWI Balikpapan. “Kami berharap kasus ini bisa diusut tuntas, sehingga diketahui siapa pelaku dan motif di balik kejadian ini,” katanya, dalam penjelasan di Kantor PWI Balikpapan.

Ditambahkannya, jika ada sangkut paut dengan tugas jurnalistik, PWI mengharapkan aparat hukum dapat juga mengusut menggunakan  UU Pers. Tapi, jika ini minimal murni kriminal, pihaknya tetap berharap dapat diungkap tuntas.

Lihat juga...