Atasi Masalah Sedimen , PU Balikpapan Usulkan Excavator Amfibi

BALIKPAPAN — Seiring banyaknya titik drainase dan sungai yang dikeruk sedimennya, Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan usulkan pengadaan Excavator Amfibi senilai Rp4-5 miliar per satuan pada tahun 2018 mendatang.

“Excavator amfibi itu bisa digunakan di tanah yang lembek seperti di bendali Kampung Timur dan sunga-sungai,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Balikpapan, Tara Alorante kepada media, Selasa (3/9/2017).

Disebutkan, sedimen menjadi persoalan utama di Balikpapan karena kalau tidak dikeruk air cepat meluap ke jalan. Sementara saat ini dinas PU hanya memiliki dua Excavator.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan Tara Alorante/Foto: Ferry C

Menurut Tara, hampir seluruh drainase yang tersebar di Balikpapan sudah dipenuhi sedimen yang membuat aliran air terganggu. Sedimentasi juga terjadi di sungai-sungai besar di Balikpapan, seperti sungai yang berada di sisi pasar segar, jembatan PDAM dan Sungai Sepinggan.

Saat ini upaya yang dilakukan melakukan pengerukan sedimen dengan menggunakan alat yang ada dan tenaga yang tersedia sekitar 100 orang. Pada akhir oktober nanti pengerukan akan dilakukan dengan melibatkan TNI AD dan UPT Dinas PU. Sedangkan titik pengerukan belum dipastikan karena akan dilihat titik sedimen yang terbanyak.

Selain itu, Tara mengatakan tidak hanya persoalan pengerukan sedimen namun persoalan pembuangan atau pasir sedimen juga menjadi persoalan. “Sedimen juga tidak boleh dibuang sembarangan. Pemerintah tidak punya lokasi tetap pembuangan sedimen. Biasanya hasil pengerukan digunakan untuk menimbun tanah milik masyarakat,” tambahnya.

Lihat juga...