Bank Dunia Optimis Perkembangan Ekonomi Asia Timur Pasifik

Sejumlah negara seperti Thailand dan Malaysia diprediksi tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan, antara lain karena ekspor yang menguat, serta penampilan yang baik dari sektor pariwisata.

Sementara sektor pertanian dan manufaktur Vietnam diperkirakan bakal kembali menguat, serta laju pertumbuhan ekonomi di Filipina diprediksi bakal melambat karena tertundanya penerapan sejumlah proyek investasi publik. Sedangkan Indonesia disorot dengan tingkat konsumsinya yang menguat, serta menekankan pentingnya liberalisasi regulasi untuk investasi asing.

Sebagaimana diwartakan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pembenahan regulasi yang selama ini dilakukan pemerintah telah memberikan perbaikan daya saing dan mendorong investasi.

“Indikator yang makin membaik itu menggambarkan bahwa peraturan-peraturan sudah memberikan ruangan yang lebih simple sehingga confidence  dan investasi bisa berjalan,” kata Sri Mulyani, seusai menghadiri acara peluncuran Laporan Ekonomi Triwulan Bank Dunia terbaru di Jakarta, Selasa (3/10).

Sri Mulyani memberikan apresiasi atas naiknya peringkat daya saing Indonesia dari posisi 41 ke 36 dalam Global Competitiveness Index 2017-2018 yang dipublikasikan Forum Ekonomi Global (WEF), karena penilaian itu memperlihatkan bahwa proses deregulasi untuk mendorong investasi mulai memberikan dampak. (Ant)

Lihat juga...