Bantu Nelayan dan Jaga Ekosistem, Yayasan di Larantuka Bangun Rumah Ikan

LARANTUKA — Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) menilai, kondisi laut di pantai selatan pulau Solor sangat memprihatinkan khususnya di kedalaman sekitar 10 meter. Banyak terumbu karang yang mengalami kerusakan akibat pengeboman ikan yang dilakukan sejak lama oleh para nelayan.

“Penyelaman di wilayah laut Solor Selatan menemukan kondisi terumbu karang di desa Watanhura mengalami kerusakan paling parah disusul Lebao dan Bubu Atagamu dengan kedalaman berkisar 10 hingga 12 meter,” papar Magdalena Rianghepat, staff YPPS saat ditemui Cendana News di Larantuka, Flores Timur, Kamis (11/10/2017).

Magdalena Rianghepat staf Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Flores Timur/Foto : Ebed de Rosary

Menyikapi hal tersebut, pihaknya bersama YTIB berupaya membuat rumah ikan dengan menggunakan beton, pipa paralon, ban-ban bekas dengan menggunakan dana yang didapat dari bantuan dari luar negeri.

“Kami juga akan memasang beberapa rumpon di perairan tersebut tapi tidak di laut dalam agar bisa dipantau supaya ikan-ikan bisa berkumpul kembali dan para nelayan tidak kesulitan mencari ikan,” terangnya.

Ia pun berharap, pemerintah tidak membakar kapal tapi cukup ditenggelamkan biar menjadi rumah ikan.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memotivasi masyarakat untuk lebih peduli dengan ekosistem laut dan pesisir. Beberapa kegiatan dilakukan, di antaranya lomba bersih pantai dengan hadiah berupa piagam.

Disebutkan, sampah terutama plastik sangat buruk bagi keberlanjutan ekosistem laut. Hal ini selalu disosialisasikan dan dalam beberapa waktu belakangan ia mengklaim sudah tumbuh kesadaran masyarakat bahwa sampah plastik sangat berbahaya sehingga tidak boleh dibuang ke laut.

Lihat juga...