Bekali Keahlian, SLB Balikpapan Ajarkan Siswa Membatik

BALIKPAPAN – Bekali keahlian dan ketrampilan, siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Balikpapan diajarkan membatik pada jenjang pendidikan SMP. Tujuan membekali siswa ahli dalam ketrampilan pada bidang apapun, agar mereka mandiri setelah menjalankan jenjang pendidikan di SLB.

Guru Pengajar SLB Negeri Balikpapan Desi Ariyanti menjelaskan, pemberian pelajaran keterampilan untuk membekali  siswa setelah lulus nanti dapat mandiri, tidak tergantung pada orang lain meskipun memiliki kekurangan.

“Tujuannya membekali mereka skill untuk membuat mereka mandiri, tidak tergantung pada orang lain. Membatik adalah salah satu ketrampilan yang bisa dilakukan oleh siswa dari 20 bidang yang ada di sekolah,” terangnya di sela mengajarkan membatik bagi siswa di Rumah Batik, Tenun dan Bordir Balikpapan, Kamis (5/10/2017).

Tidak hanya bertujuan membekali siswa pada skill ketrampilan tapi dengan membatik juga melatih motorik halus siswa yakni melatih tangan halusnya untuk bergerak. “Membatik juga merangsang motorik halus siswa yakni melatih tangan halusnya untuk bergerak,” ungkap Desi.

Dia menyebutkan di tingkat SMP SLB sendiri ada 15 siswa yang sudah belajar membatik dan bertahap akan diajarkan mengingat peralatan yang dimiliki juga terbatas. Selain itu, keahlian mereka berbeda-beda dari 20 bidang ketrampilan.

“Sementara ada 15 siswa yang sudah diajarkan membatik dan kini sudah terampil dalam memegang canting. Masing-masing anak memiliki keahlian ataupun potensi yang berbeda-beda, dan bertahap kita mengajarkan sebab diperlukan kesabaran,” pungkasnya.

Menurutnya, untuk tingkat SMP ada sekitar 18 jam untuk belajar ketrampilan dalam satu minggu sehingga satu minggu ada tiga kali pertemuan untuk ketrampilan dengan berbagai bidang.

“Jumlah siswa SMP di SLB Negeri ada sekitar 70-an siswa. Dalam seminggu itu ada 18 jam khusus ketrampilan. Dalam ketrampilan ini juga ada lomba sampai tingkat nasional dan ini memotivasi kita sekaligus siswa ikut dalam ajang tersebut,” ulasnya.

Desi menambahkan mengajarkan membatik pada siswa tidaklah rumit dan yang terpenting siswa yang belajar sudah memahami dasar dari membatik tersebut.

“Tidak sulit mengajarkannya ya, yang penting sudah tahu dasar maka mereka sudah pandai dalam mencanting. Seperti ini siswa tuna rungu yang saya bawa tidak perlu waktu lama untuk mengajarkan membatik, apalagi mereka senang,” imbuhnya.

Lihat juga...