BI Kaltim Konsisten Sasar Inflasi 4 Persen

SAMARINDA – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur konsisten lakukan asesmen terkait perkembangan perekonomian di wilayah tersebut. Ditargetkan inflasi daerah tersebut di akhir 2017 sebesar 4 persen plus minus 1 persen.

Beberapa fokus utama yang dipantau, yaitu memastikan ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi pangan pokok, dan distribusi energi seperti BBM dan LPG. Komoditas tersebut masih sama dengan pemantauan yang dilakukan di tahun sebelumnya.

“BI Kaltim bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah akan terus memantau pergerakan inflasi secara khusus dan perekonomian secara umum baik domestik maupun eksternal,” ujar Kepala BI Kantor Perwakilan Provinsi Kaltim Krisman L Tobing, di Samarinda, Senin.

Kebijakan lain yang dikeluarkan sebagai bentuk intervensi kepada inflasi adalah, mendorong peningkatan kualitas infrastruktur dan sarana logistic. Termasuk menjaga efektivitas komunikasi kepada masyarakat mengenai informasi harga pangan.

Saat ini hingga September 2017 Kaltim mengalami deflasi (penurunan harga) 0,01 persen dan tidak sedalam kondisi di Agustus yang minus 0.28 persen. Sedangkan jika dihitung secara tahunan, inflasi Kaltim mengalami kenaikan dari 3,64 persen pada Agustus menjadi 3,65 persen pada September 2017.

Lihat juga...