Bulog Sulteng Sudah Serap Beras 27.398 Ton

PALU- Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Tengah hingga September telah menyerap beras petani sebanyak 27.398 ton. Jumlah tersebut adalah 64,99 persen dari target yang ditetapkan untuk musim panen (MP) pada 2017 ini.

Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Perum Bulog Sulteng, Bahar Haruna mengatakan, pada MP tahun 2017 ini, Bulog menargetkan pembelian beras petani sebanyak 42.160 ton untuk memenuhi kebutuhan penyaluran. Secara rinci pembelian beras tersebut, kata Bahar, antara lain melalui Sub Divisi Regional (Sub Divre) Palu sebanyak 12.955 ton, Sub Divre Luwuk, Kabupaten Banggai 6.688 ton, Sub Divre Poso 4.601 ton dan Sub Divre Tolitoli 3.153 ton.

Melihat realisasi yang telah dicapai sampai dengan akhir September 2017 sudah mencapai 27.398 ton, Bahar optimistis target pengadaan beras di Sulteng akan terpenuhi. “Kemungkinan besar realisasi hingga akhir Desember 2017 bisa melebihi target,” tandasnya.

Dalam membeli beras petani, Satgas Bulog Sulteng juga ikut membeli langsung ke petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Pemerintah telah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) beras sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2015 sebesar Rp7.300 per kg. Namun, kata dia, Bulog Sulteng sejak Agustus 2017 telah membeli beras petani dengan harga lebih tinggi yaitu Rp8.030 per kg.

“Harga pembelian itu diikuti pula dengan perbaikan kualitas beras. Harganya dinaikan, tetapi standar kualitas pula disesuaikan,” tambahnya.

Kebijakan tersebut untuk meningkatkan mutu beras yang di simpan di gudang Bulog agar lebih lama bertahan. Bulog Sulteng setiap bulan menyalurkan beras sekitar 3.000-an ton. “Kalau kualitasnya semakin lebih bagus, otomatis disimpan dalam gudang lebih lama ,” katanya.

Penyaluran terbesar, kata Bahar adalah rastra (beras untuk rakyat sejahtera) yang tersebar di 13 kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng. (Ant)

Lihat juga...