Dermaga Kayangan-Poto Tano akan Ditingkatkan

MATARAM – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), akan meningkatkan kemampuan dermaga Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur, dan Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dari 30 menjadi 60 ton untuk melayani kebutuhan transportasi.

“ASDP sebagai pemilik pelabuhan akan meningkatkan kemampuan dermaga pada dua pelabuhan itu. Rencananya akhir tahun ini sudah rampung,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB, H Lalu Bayu Windia, di Mataram, Minggu (29/10/2017).

Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok melayani jasa penyeberangan menggunakan kapal feri menuju Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, dan sebaliknya.

Masing-masing pelabuhan memiliki dua dermaga dengan kekuatan tampung maksimum 30 ton. Aktivitas penyeberangan kedua pelabuhan yang menghubungkan Pulau Lombok dengan Pulau Sumbawa itu terus mengalami peningkatan, namun dermaganya dinilai tidak layak bagi kendaraan berat.

“Beberapa waktu lalu sempat terjadi insiden truk tronton mengangkut alat berat hampir jatuh ke laut, karena jembatan penghubung di dermaga patah,” ujarnya.

Ia juga menyebut, jumlah kapal feri yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Kayangan menuju Poto Tano dan sebaliknya sebanyak 23 unit. Jumlahnya kemungkinan akan bertambah karena ada investor yang berminat.

Penambahan jumlah armada kapal diperbolehkan jika kondisi aktivitas penyeberangan mengalami peningkatan. Aktivitas penyeberangan kedua pelabuhan tersebut tidak mengalami penurunan, meskipun moda transportasi udara dari Pulau Lombok dan provinsi lain ke Pulau Sumbawa serta sebaliknya sudah berkembang.

“Segmen pasarnya berbeda. Kalau pesawat kan tidak bisa mengangkut barang. Apalagi, kedua pelabuhan menjadi perlintasan kendaraan besar pengangkut komoditas, salah satunya jagung,” ujarnya lagi.

Peningkatan kemampuan dermaga, lanjut dia, tentu akan berdampak positif bagi kelancaran arus penyeberangan orang dan barang. Apalagi, NTB menjadi jalur distribusi komoditas ke Nusa Tenggara Timur.

Peningkatan kemampuan dermaga juga akan mendukung proses pembangunan infrastruktur di Pulau Sumbawa sebagai salah satu kawasan timur Indonesia.

“Pembangunan infrastruktur di Pulau Sumbawa sedang menggeliat. Ada pembangunan sejumlah bendungan besar, begitu juga dengan pembangunan jalan. Tentu, memerlukan alat-alat berat yang didatangkan dari daerah lain,” kata Bayu. (Ant)

Lihat juga...