Dinas Perikanan MTB Kaji Budidaya Lele

SAUMLAKI — Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) Venantius Batlayeri menyatakan, salah satu program unggulan tahun ini adalah melakukan pengkajian terhadap pembenihan dan pembesaran ikan lele.

“Ikan lele memiliki sejumlah keunggulan untuk diterapkan bagi masyarakat di daerah ini, meskipun sebagian besar wilayah MTB terdiri dari perairan dan cocok untuk perikanan tangkap,” katanya di Saumlaki (ibu kota MTB – Red), Senin (2/10).

Ia menyatakan, masyarakat membutuhkan stimulan, dimana perlu ada kegiatan-kegiatan atau teknologi anjuran yang sesuai dengan kemampuan masyarakat untuk mengadopsinya.

Menurut Venantius, ada sejumlah alasan yang mendasari dilaksanakannya program tersebut yakni sebagai bentuk dukungan bagi tersedianya konsumsi ikan jangka panjang sebagaimana yang sudah diterapkan oleh sejumlah negara berkembang, termasuk sejumlah daerah di Tanah Air.

Dengan intensitas pemanfaatan sumber daya ikan yang begitu tinggi dan semakin tinggi saat ini, dapat dipastikan sepuluh tahun mendatang sudah sulit mendapat ikan di laut, apalagi jenis ikan tertentu reproduksinya sangat terbatas dibandingkan dengan ikan-ikan permukaan seperti momar, tuna, cakalang, puri dan lain-lain.

“Sementara ikan dasar (laut dalam) reproduksinya rendah dan cepat habis,” katanya.

Budi daya ikan lele dinilai sangat mudah karena termasuk hewan berdaya tahan hidup sangat tinggi dan bisa beradaptasi di air yang baik maupun yang kualitasnya buruk, dan pengelolaannya menggunakan teknologi yang bisa diperbaharui.

Pekan lalu, Dinas Pertanian MTB mengintegrasikan program tersebut dengan Badan Pelatihan Perikanan Ambon untuk melakukan pelatihan bagi 30 pembudidaya dari sejumlah desa di kecamatan Tanimbar Selatan, Wertamrian, dan Nirunmas sebagai calon penerima bantuan.

Lihat juga...