Kuliah Tentang Firaun Tingkatkan Kunjungan Turis

JAKARTA – Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed Amr Ahmed Moawad mengharapkan kuliah umum Pemindaian Firaun dapat meningkatkan jumlah kunjungan turis asing terutama Indonesia ke Mesir.

Kuliah tenyang Firaun tersebut diharapkan bisa membantu memberikan pemahaman mengenai peradaban Firaun. Dan hal tersebut diharapkan dapat mendorong munculnya kolaborasi budaya Mesir dengan Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan.

“Banyak warga Indonesia ingin berkunjung ke Mesir tiap tahunnya. Apalagi dengan adanya penjelasan terkait Firaun, diharapkan ada peningkatan kunjungan,” ujar
Ahmed Amr Ahmed Moawad, usai menghadiri Kuliah Umum Pemindaian Firaun di Jakarta Senin (16/10/2017) malam.

Selama ini, jumlah wisatawan asal Indonesia yang mengunjungi Mesir masih kecil berkisar antara 25.000-30.000 orang. Dominasi turis mancanegara yang berkunjung ke Mesir berasal dari Rusia, Amerika Serikat, serta negara-negara Eropa.

Sedangkan pakar radiologi Universitas Kairo Prof Sahar Saleem mengatakan proses mumifikasi rumit karena target yang ingin dicapai yaitu keawetan mayat untuk waktu yang lama. Prosesnya cukup menakutkan karena organ-organ dalam dihilangkan kecuali jantung. Jantung adalah organ kunci untuk kebangkitan kembali jasad.

Kemudian tubuh akan dicuci dan dibaluri minyak. Mumifikasi terjadi dalam rentang waktu 12-14 minggu. Dalam mitologi Mesir, jantung akan ditimbang dengan bulu, mewakili Dewa Maat, untuk menentukan apakah layak mengalami kebangkitan. Maat dipersonifikasi sebagai seorang dewi yang menyusun tatanan alam semesta dari kekacauan pada saat penciptaan.

Pemerintah Mesir terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan asing terutama dari Indonesia, salah satunya dengan mengadakan kuliah umum Pemindaian Firaun. Terkait kunjungan wisata, ditegaskan Mesir aman untuk dikunjungi oleh para wisatawan asing, termasuk Indonesia. (Ant)

Lihat juga...