Pasukan Koalisi Tegaskan 50 Lagi Tewas di Irak-Suriah

WASHINGTON- Pasukan gabungan pimpinan AS menegaskan bahwa 50 warga sipil kembali menjadi korban tewas dalam serangan di Irak dan Suriah. Dengan demikian, terjadi penambahan jumlah korban tewas menjadi 735 warga sipil sejak perang dimulai pada 2014.

Pasukan sekutu tersebut mengatakan dalam pernyataan bahwa pada Agustus, mereka memeriksa 185 laporan adanya korban sipil dan menemukan tambahan sekitar 50 kematian terjadi dalam 14 kejadian yang dianggapnya dapat dipertanggungjawabkan.

Pasukan gabungan pimpinan AS, yang tengah berusaha untuk menyingkirkan kelompok IS di Irak dan Suriah, mengatakan bahwa pihaknya berusaha keras untuk menghindari jatuhnya korban dari kalangan warga sipil. Penghitungan resmi dari pihak militer, jauh di bawah penghitungan yang dilakukan oleh organisasi mandiri. Sebuah kelompok pemantau, Airwars, mengatakan bahwa setidak-tidaknya 5.486 warga sipil tewas oleh serangan udara pasukan gabungan itu.

Sementara itu dalam laporan terpisah, tentara Suriah dan sekutunya mengamankan jalan penghubung Palmyra dengan Deir al-Zor. Jalan tersebut merupakan  jalur pasokan utama dari wilayah pemerintah ke kota di wilayah timur. Pengamanan tersebut dilakukan setelah tim pasukan gabungan tersebut berhasil mengalahkan IS.

Serangan IS, yang dimulai pada Kamis (28/9/2017), adalah gempuran balasan besar pertama terhadap tentara Suriah dan sekutunya sejak mereka menerobos daerah terpencil untuk sampai ke kota Deir al-Zor pada bulan ini.

“Tentara Suriah dan sekutunya berhasil mengamankan jalan raya penghubung Deir al-Zor dengan Palmyra setelah menggagalkan serangan gencar. Lalu lintas jalan raya itu sudah aman kembali di kedua arah, menuju dan dari Deir al-Zor ” kata satuan media Hizbullah.

Hizbullah adalah salah satu sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad, bersama Rusia, Iran dan milisi Syiah lainnya. Komandan dari sekutu militer pendukung Bashar mengatakan bahwa jalan yang menghubungkan Deir al-Zor dengan Palmyra hanya dapat digunakan dalam keadaan darurat, dan tentara serta sekutu-sekutunya tengah berusaha untuk merebut kembali bagian yang dikendalikan oleh kelompok garis keras.

IS merebut kota al-Shoula, yang dilalui jalan raya itu, dan komandan tersebut mengatakan setidak-tidaknya 10 petempur Hizbullah tewas dalam pertempuran tersebut. Kelompok IS mengatakan telah membunuh sekitar 40 tentara Suriah dan merebut sejumlah kedudukan.

Kemajuan serangan tentara Suriah terhadap Deir al-Zor, dibantu oleh militer Rusia dan milisi dukungan Iran. Mereka berhasil mematahkan pengepungan tiga tahun kelompok IS di daerah kantong wilayah yang dikendalikan pemerintah. Kelompok Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan bahwa serangan IS menewaskan lebih dari 58 tentara Suriah dan pasukan sekutu sejak Kamis. (Ant)

Lihat juga...