Warga Sesalkan Pengalihan Dana 10 Paket Jalan Poros Kecamatan di Sikka

MAUMERE — Batalnya 10 paket jalan poros kecamatan yang sudah dianggarkan dalam APBD kabupaten Sikka tahun 2017 dan dialihkan untuk melanjutkan pembangunan jalan lingkar luar di kota Maumere menuai kekecewaan.

“Kami sudah mengusulkan melalui Musrembang dan saat reses anggota DPRD Sikka bahkan dikatakan sudah disetujui untuk dibangun tahun 2017 tapi tiba-tiba batal,” sesal Hendrikus Lewar warga kecamatan Talibura saat ditemui Cendana News di kota Maumere, Jumat (6/10/2017).

“Sebagai masyarakat kecil kami bingung kenapa tiba-tiba pembangunannya dibatalkan padahal katanya sudah mau ditenderkan proyek tersebut di dinas PU kabupaten Sikka,” tambahnya.

Kepala dinas Pekerjaan Umum kabupaten Sikka Tommy Lameng. Foto : Ebed de Rosary

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka, Thomas Petrus Lameng menerangkan, 10 paket jalan poros kecamatan yang telah ditenderkan dan telah ada kontraktor pemenang tidak jadi dikerjakan pada tahun 2017 ini karena ketiadaan dana.

Dana untuk pengerjaannya sebesar hampir 50 miliar rupiah disepakati untuk dipergunakan melanjutkan pembangunan jalan lingkar luar di kota Maumere sesuai dengan permintaan dari pemerintah pusat, sebab dana tersebut merupakan dana DAK (Dana Alokasi Khusus).

“Bupati Sikka sudah ke Jakarta dan bertemu dengan Dirjen Perimbangan Keuangan Kementrian Keuangan dan disampaikan bahwa dana tersebut untuk pengerjaan lingkar luar sehingga proyek jalan poros kecamatan yang sudah ditenderkan tersebut secara otomatis batal karena ketiadaan dana,” ungkapnya.

Tommy menjelaskan meski APBD sudah disetujui alokasi dana tersebut hanya saat akan tanda tangan kontrak uangnya tidak ada sehingga otomatis pengerjaannya batal tetapi jalan poros kecamatan akan dilanjutkan pengerjaaan pada tahun 2018 nanti.

Kesepuluh paket proyek jalan poros kecamatan tersebut terdiri atas peningkatan jalan Bistio – Nuaria sepanjang 4,5 kilometer dengan total dana 6,6 miliar rupiah; peningkatan jalan Patiahu – Kilawair sepanjang 4 kilometer dengan total dana 3,5 miliar rupiahl serta peningkatan jalan Nangahale – Batas Flotim sepanjang 4 kilometer dengan total dana 4 miliar rupiah.

Selain itu peningkatan jalan Hale – Kilawair sepanjang 5 kilometer dengan total dana 7,5 miliar rupiah; pengerjaan jalan Bola – Sikka sepanjang 2 kilometer menggunakan dana 2,6 miliar rupiah; serta jalan Kewapante – Simpang Habibola sepanjang 4 kilometer yang dianggarkan 4,5 miliar rupiah.

Juga peningkatan jalan Tanangalu – Woloara sepanjang 5 kilometer senilai 5,5 miliar rupiah; jalan simpang Kaliwajo – Wololangga sepanjang 2 kilometer sebesar 2,7 miliar rupiah; jalan Bola – Hale sejauh 5 kilometer membutuhkan dana 5,19 miliar rupiah serta jalan dalam Kota Maumere sepanjang 3,76 kilometer dengan total dana 6,98 miliar rupiah.

Lihat juga...