hut

Pendamping Lokal Gali Potensi Desa di Penengahan

LAMPUNG – Upaya Kecamatan Penengahan dalam menggali potensi sumberdaya lokal terus dilakukan dengan melibatkan Pendamping Lokal Desa (PLD) dalam upaya menginventarisasi potensi-potensi lokal desa. Sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di setiap desa.

Ardian, selaku pendamping lokal desa di Kecamatan Penengahan menyebut, pendataan potensi desa dengan sumberdaya lokal yang ada akan ikut membantu terwujudnya pembangunan di desa sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.

Pengembangan masyarakat desa tersebut diakui Ardian selaku pendamping lokal desa bidang pemberdayaan, merupakan tugas pokok dan fungsi pendamping desa di antaranya memetakan, menginventarisasi, menggali potensi dan inovasi desa yang sudah berkembang. Selanjutnya setiap desa yang sudah memiliki potensi dan inovasi tersebut bisa mengembangkannya untuk sumber peningkatan ekonomi masyarakat desa.

“Potensi dan inovasi desa sebetulnya tidak harus berwujud barang atau produk namun inovasi dalam bentuk lain berupa jasa atau wisata. Bisa memberikan sumber pemasukan ekonomi bagi masyarakat di desa,” beber Ardian selaku pendamping lokal desa bidang pemberdayaan Kecamatan Penengahan saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (13/10/2017).

Garis besar dari program inovasi desa tersebut diakui Ardian di antaranya penguatan dan pengembangan pemanfaatan dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah desa. Tiga bidang yang mencakup program inovasi desa di antaranya pengembangan ekonomi desa, sumber daya manusia serta infrastruktur yang bersifat inovatif.

Sebelum dilakukan rapat besar di Kecamatan Penengahan yang melibatkan kepala desa, sekretaris desa dan pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) ia menyebut telah dilakukan rapat kecil bersama beberapa operator desa dan sekretaris desa di Balai Desa Penengahan Kecamatan Penengahan. Melalui program inovasi desa tersebut diharapkan bisa membantu pencapaian pembangunan di desa serta mengangkat potensi unggulan yang ada di setiap desa.

Dalam rapat bersama para sekretaris desa tersebut di antaranya muncul beberapa inovasi desa yang akan dikembangkan dengan penggunaan dana desa yang terwujud dalam rencana bisnis (business plan) setiap desa. Misalnya simpan pinjam, usaha penggemukan ternak, jual beli sapi, usaha rumahan serta potensi dan inovasi desa lain dalam bidang wisata yang bernilai jual.

“Selama ini saya masih menemukan inovasi desa oleh masyarakat masih bersifat perseorangan. Belum dikelola desa di antaranya kerajinan makanan tradisional skala rumah tangga. Padahal hal tersebut sangat mendukung ekonomi desa,” tegas Ardian.

Ardian yang mengemban tugas sebagai pendamping desa di sebanyak 22 desa di Kecamatan Penengahan tersebut menyebut, sebanyak 22 desa di Kecamatan Penengahan yang berada di sepanjang jalur jalan lintas Sumatera memiliki potensi yang berbeda-beda di antaranya dalam bidang pertanian dan peternakan serta potensi dan inovasi yang beragam.

“Pada tahap awal kita lakukan rapat dengan operator desa serta sekretaris desa untuk penyamaan persepsi tujuan dari pembentukan tim inovasi desa,” beber Ardian.

Melalui pertemuan dengan seluruh aparat desa dengan pendamping desa dalam upaya. pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa maka akan ditemukan berbagai kendala, solusi, potensi dan saling tukar pengalaman antardesa yang sudah memulai mengembangkan potensi desanya.

Ia menyebut selama ini sebagian besar desa di Kecamatan Penengahan sudah mulai mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dalam berbagai bidang usaha sebagai bentuk pengembangan ekonomi desa. Pengelolaan Bumdes serta potensi desa lain akan terus diinventarisir termasuk rencana pelatihan bagi pengurus Bumdes atau potensi yang ada di desa. Selanjutnya rencana bisnis, tata kelola keuangan, pelaporan dalam pembukuan masih akan dilatihkan kepada para pengelola Bumdes sehingga bisa dipertanggungjawabkan.

“Perlu pemahaman, pelatihan secara bertahap dalam pengelolaan penggunaan dana desa untuk pembangunan desa sekaligus menumbuhkan inovasi dan potensi desa,” terang Ardian.

Rapat pembentukan tim inovasi desa tersebut merupakan implementasi dari Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 83 Tentang Penetapan Pedoman Umum Program Inovasi Desa. Keputusan tersebut diperkuat melalui Surat Dirjen PPMD Kemendesa PDTT Nomor 062/DPPMD/IX/2017 perihal Pelaksanaan Program Inovasi Desa Tahun 2017.

Pembahasan terkait inovasi dan potensi desa oleh pendamping lokal desa di Desa Penengahan. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...