Sempadan Sungai Manjito Bengkulu Rusak

MUKOMUKO – Sempadan Sungai Manjuto di Mukomuko rusak dan  membutuhkan rehabilitasi. Hasil analisa dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, kerusakan diakibatkan oleh penanaman kelapa sawit.

Dengan kondisi tersebut, diharapkan pemerintah kabupaten untuk ikut melakukan upaya revitalisasi dan rehabilitasi kawasan sempadan Sungai Manjuto.

“Kerusakan sempadan sungai perlu penanganan dengan melakukan kegiatan rehabilitasi sempadan sungai yang rusak,” kata Kepala UPTD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mukomuko, Bustari, Minggu (1/10/2017).

Dari penelusuran yang dilakukan, sawit yang  merusak sempadan sungai tersebut ditanam oleh perusahaan perkebunan di daerah itu. Sementara akibat yang paling terlihat dari rusaknya sempadan sungai tersebut adalah penurunan debit air sungai.

Hal itu berdampak pada penurusan debit air irigasi yang berasal dari Sungai Manjuto juga mengalami penurunan. Selain kerusakan hutan yang berada di hulu Sungai Manjuto. Kalau kerusakan sempadan sungai di daerah tersebut tidak segera direhabilitasi, maka dampak jangka panjangnya terhadap areal persawahan milik petani setempat.

“Berapa banyak sawah petani yang terancam kekeringan karena berkurangnya debit air irigasi di daerah itu,” ujarnya.

Debit air irigasi yang berasal dari Sungai Manjuto saat musim panas selama ini mengalami penurunan drastis, yakni lebih 100 persen dari 6.000 liter per detik menjadi 2.500 liter per detik. Penurunan debit air irigasi sebesar itu tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pengairan tanaman padi sawah milik petani di daerah tersebut. (Ant)

Lihat juga...