Siapkan Bantuan, Thailand Ikuti Perkembangan Krisis Myanmar

ooBANGKOK – Thailand memantau secara langsung situasi dan perkembangan yang terjadi dari krisis Rakhine di Myanmar. Bahkan negeri Gajah Putih mengaku siap untuk memberikan bantuan  bagi Myanmar dan Bangladesh untuk mengatasi krisis yang terjadi.

Kementerian Luar Negeri Thailand menyebut, agak mengkhawatirkan perkembangan situasi yang ada. “Thailand mengikuti dengan seksama situasi di negara bagian Rakhine dan mengkhawatirkan perkembangannya,” kata Kementerian Luar Negeri Thailand, Sabtu (30/9/2017).

Lebih lanjut disebutkan, saat ini sedikitnya ada sembilan kamp pengungsian yang berada di sepanjang perbatasan antara Thailand dan Myanmar. Sedikitnya ada sekira 1.000-an pengungsi yang saat ini tinggal dan bertahan di kamp-kamp pengungsian tersebut.

Meski banyak yang tinggal di kamp pengungsian disebut-sebut sebagai warga yang sudah lama tinggal, keberadaannya dipantau dan dipedulikan secara langsung oleh pemerintah Kerajaan Thailand. Para pengungsia tersebut adalah warga yang berusaha menyelamatkan diri dari krisis dan konflik yang terjadi beberapa decade  terakhir.

Amnesty International bulan lalu mengatakan Thailand jangan mendesak balik warga Rohingya yang menyelamatkan diri dari kekerasan. Thailand disebut, seharusnya menyediakan bagi pengungsi status sah dan formal dan perlindungan.

Sementara itu dalam pernyataannya, para menlu ASEAN mengutuk serangan-serangan atas pasukan keamanan Myanmar dan semua tindakan kekerasan yang merenggut jiwa warga sipil. ASEAN beranggota 10 negara. Malaysia sebagai salah satu anggota, memiliki pandangan berbeda dari pernyataan itu dengan menyatakan isu-isu terkait eksodus ratusan ribu orang Rohingya disalahtafsirkan.

“Sejauh ini, tak seorang dari korban kekerasan pada Agustus di negara Rakhine telah ditemukan di Thailand,” demikian Kemenlu Malaysia.

Kekerasan pecah di Rakhine bulan lalu ketika para militan Rohingya menyerang pos-pos keamanan, memicu penumpasan oleh tentara Myanmar. sejak itu lebih setengah juta etnis Rohingya — minoritas yang sebagian besar Muslim DAN ditolak kewarganegaraannya oleh Myanmar – telah menyelamatkan diri ke Bangladesh.

Mereka yang menyelamatkan diri menuduh tentara Myanmar, didukung warga masyarakat Buddha, melakukan pembunuhan brutal. PBB melukiskannya sebagai pembersihan etnis dengan melancarkan aksi di sebelah utara negara bagian itu sebagai balasan terhadap serangan-serangan militan. (Ant)

Lihat juga...