Siswa Ponorogo Ini Bercita-Cita Jadi Dalang

PONOROGO — Menjadi dalang merupakan impian Nanda Ahlul Wijaya (14 tahun). Siswa SMPN 1 Bungkal ini memang sangat mencintai kesenian Jawa. Terbukti, Nanda sapaannya, mendapatkan juara kedua dalam perlombaan Macapat tingkat Kabupaten Ponorogo 2017.

“Kemarin persiapan saya, dua bulan sebelumnya saya latihan terus,” jelasnya saat ditemui Cendana News, Kamis (5/10/2017).

Tidak hanya latihan, siswa kelas IX ini juga rajin minum jamu untuk memperindah suara saat menendangkan macapat. Jamu yang diminum juga terbuat dari bahan alami, mulai dari kencur, jahe, jeruk nipis dicampur kecap.

“Selain itu saya juga berlatih dengan pelatih, pak Manto dan bu Herna,” cakap warga Desa Bancar, Kecamatan Bungkal ini.

Saat perlombaan, Nanda memilih tembang Asmarandana dan Durma. Beruntung, ia berhasil menyabet juara kedua lomba macapat se-Kabupaten Ponorogo. Tidak hanya mendapatkan juara lomba macapat, Nanda juga pernah memenangkan lomba pengendang cilik terbaik dua kali berturut-turut pada 2016 dan 2017.

Nanda memang dari kecil sudah menyukai kesenian Jawa. Mulai dari reog, tari, karawitan, gendang dan wayang sudah digelutinya. Kecintaannya ini berasal dari darah sang kakek yang menjadi pementas kesenian reog.

“Saya sudah belajar reog dari taman kanak-kanak,” tutur siswa yang bercita-cita menjadi dalang ini.

Menurutnya, dalang termasuk kedalam profesi yang dibanggakan. Karena hanya pekerjaan dalang yang mampu menghafalkan nama wayang, karakter, suara dan cerita.

“Dan pastinya menghafal cerita sangat sulit sekaligus tangan harus lincah memainkan wayang yang berbeda-beda ukuran dan beratnya,” tukasnya.

Bahkan Nanda saat ini juga sudah menyicil membeli peralatan wayang di rumahnya sembari sesekali berlatih. “Saya latihan sendiri di rumah untuk tari-tarian dan suaranya, tapi kalau cerita belum bisa,” tandasnya.

Nanda yang juga mengidolakan dalang asal Surakarta, Ki H. Anom Suroto S.sn Dan Ki Manteb Soedharsono S. sn ini juga bisa membuat wayang sendiri. Menggunakan bahan cat minyak, bambu, kertas karton, gunting dan cutter dengan terampil ia membuat tokoh wayang mulai dari cakil, werkudara, gunungan, arjuna dan setyaki.

“Saya pernah membuat tokoh wayang, Werkudara saat pelajaran keterampilan. Bahkan saat ini dipajang di sekolah,” pungkasnya.

Nanda saat menerima piala dan piagam juara kedua macapat tingkat kabupaten Ponorogo 2017 oleh wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno/ Foto : Charolin Pebrianti.
Lihat juga...