Tindak Aparatur Kehutanan Terlibat Aksi Pembalakan Liar

MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zainul Majdi mengatakan, kondisi kerusakan kawasan hutan di NTB akibat aksi pembalakan liar, saat ini cukup memprihatinkan yang sebagian merupakan kawasan hutan konservasi.

Ia pun menegaskan, selain dari kalangan masyarakat, tidak menutup kemungkinan juga dari kalangan apartur pemerintahan yang terlibat, khususnya Dinas Kehutanan sebagai dinas yang menangani hutan.

“Selain masyarakat, Pemprov juga akan menindak tegas, kalau ada aparatur kehutanan yang terbukti ikut bersekongkol atau kongkalikong dengan para pelaku aksi pembalakan liar,” kata Majdi di Mataram, Senin (9/10/2017).

Memang selama ini di antara aparatur kehutanan yang terbukti terlibat dan kongkalikong dengan para pelaku ilegal logging sudah ditindak tegas, mulai dari mutasi hingga tindakan hukum oleh aparat penegak hukum.

Majdi mengatakan, sepanjang 2016 ada sekitar 20 aparatur kehutanan yang terbukti terlibat melakukan aksi pembalakan liar dan telah dimutasi dari jabatan yang dipegang menjadi ASN biasa termasuk dipindahkan ke instansi lain.

“Sudah kita geser dari posisi yang memiliki peran, ke posisi lain, supaya tidak memegang jabatan yang dia tidak amanah di situ.  NTB ini daerah yang kalau kita mau makmur kualitas lingkungan harus tetap kita jaga,” katanya.

Data Dinas Kehutanan NTB, selama tahun 2016 kerusakan kawasan hutan di NTB cukup memprihatinkan, dimana kerusakannya mencapai 550.000 hektar dari total luas kawasan hutan seluas 1.700.000 ribu hektar.

Kerusakan hutan tersebut, selain disebabkan karena aksi perambahan dan pembalakan liar juga karena aktivitas ilegall ogging termasuk kebakaran hutan.

Padahal keberadaan kawasan hutan, khususnya hutan konservasi selain merupakan sumber kehidupan bagi manusia, juga sebagai penghasil karbon dan mengurangi emisi. Mengingat kawasan hutan merupakan penghasil karbon terbesar dan mampu menghasilkan karbon 60 sampai 70 persen.

“NTB sendiri menargetkan penurunan emisi melalui program rehabilitasi kawasan hutan sebesar 22 persen dari besaran emisi NTB sebesar 1,489 ton” kata Andi Pramaria, mantan Kadis Kehutanan NTB.

Lihat juga...