TPID Balikpapan Antisipasi Tekanan Inflasi

BALIKPAPAN — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan menyepakati 5 pilar untuk mengendalikan inflasi, yaitu kubangun kelembagaan dan inovasi, kujaga jaringan distribusi, konektivitas dan produksi berkualitas, kubela pengendalian ekspektasi, serta ketersediaan pasokan.

Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani menerangkan, TPID selalu melakukan koordinasi dan beberapa faktor yang diperkirakan akan memberikan tekanan di antaranya risiko kenaikan tarif dasar listrik sebagai akibat penyesuaian harga.

Faktor lainnya kenaikan harga bahan makanan akibat cuaca buruk, dan kembali naiknya tarif angkutan udara akibat adanya event nasional yang diselenggarakan di Kalimantan Timur dan perayaan hari besar keagamaan.

“Antisipasi tekanan inflasi ke depan dengan melakukan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah, Bank Indonesia dan instansi untuk mengambil langkah antisipatif menghadapi kenaikan harga,” jelasnya Senin,(2/10/2017).

Selain lima pilar tersebut, pihaknya juga melakukan inovasi dan penertiban pelabuhan untuk kelancaran distribusi, mengingat pasokan untuk kota mayoritas dari luar daerah.

Sementara itu, di bulan September tercatat angka inflasi 0,20 persen atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya, -0,62 persen.

“Inflasi yang terjadi pada bulan September didorong oleh kelompok inti yaitu 0,19 persen yang disebabkan kenaikan harga barang beberapa komoditi makanan dan bahan bangunan yang bulan sebelumnya stabil,” paparnya.

Selanjutnya, kelompok volatile foods juga memberikan andil sebesar-0,01 persen (mtm) yang didorong penurunan harga pada bawang merah dan ikan layang masing-masing memberikan andil -0,04 persen dan -0,03 persen (mtm).

“Meski di bulan September lebih tinggi dari bulan sebelumnya, namun secara tahunan inflasi tahunan IHK sebesar 2,79 persen (yoy) dan diperkirakan pada akhir tahun masih akan dalam koridor sasaran,” tambahnya.

Suharman menambahkan di region Kalimantan kota Balikpapan merupakan salah satu dari empat kota yang mengalami inflasi. Dan Balikpapan menempati urutan ketiga yaitu sebesar 0,20 persen. Inflasi tertinggi dialami kita Singkawang sebesar 0,71 persen dan Pontianak sebesar 0,24 persen.

Lihat juga...