100 Ribu Hektare Lahan Rawa di Kalsel Diproduktifkan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

51
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kanan) dan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (kiri) ketika wawancara selepas Rakor Pangan se-Kalsel, Rabu (15/11/2017)./Foto: Diananta P Sumedi

BANJARBARU — Kementerian Pertanian mengalokasikan 100 ribu hektare lahan rawa di Kalimantan Selatan untuk menopang program swasembada pangan.

Baca juga: Hama Wereng Serang Ratusan Hektare Sawah Karawang

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, Kalimantan Selatan mesti memanfaatkan lahan rawa seluas itu lebih produktif.

“Kalau itu produktif, penghasilannya Rp3 triliun per tahun, itu belum hasil sampingan dari perikanan dan seterusnya. Kita harus fokus, ada raksasa tidur lahan pasang surut 10 juta hektare di Indonesia, ini harus dimanfaatkan,” kata Menteri Amran usai mengisi rapat koordinasi pangan se-Kalsel di Banjarbaru, Rabu (15/11/2017).

Ia menargetkan pengolahan 100 ribu hektare pertanian lahan rawa rampung dalam dua tahun ke depan.

Selain Kalsel, Amran sudah menetapkan 500 ribu hektare lahan rawa di Sumatera Selatan dan 300 ribu hektare di Kalimantan Tengah lebih produktif menopang pertanian.

Adapun se-Indonesia, Amran berharap pengolahan pertanian di 900 ribu hektare lahan pasang surut itu produktif penuh dalam tiga-empat tahun ke depan.

Dengan asumsi panen dua kali setahun, Amran memperkirakan panen padi di lahan rawa akan mendatangkan untung bagi petani sekaligus menopang swasembada pangan.

“Katakanlah produksi dua kali setahun, lima tahun-lima tahun, sepuluh juta, kali empat, ada Rp 40 triliun untuk petani kita agar sejahtera. Kami juga tambah bantuan alat pertanian, mulai besok sudah ada kiriman yang diberangkatkan,” kata Amran seraya menambahkan lahan reklamasi tambang bisa dioptimalkan untuk pertanian hortikultura.

Ia berkeinginan mengembalikan lagi kejayaan Indonesia akan hasil pertanian dan rempah-rempahnya. Kementerian Pertanian sudah menganggarkan dana Rp5,5 triliun untuk menggratiskan bantuan bibit dan pupuk ke petani se-Indonesia.

“2018, dianggarkan Rp2,8 triliun untuk bantuan bibit dan pupuk subsidi,” Amran berkata.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menuturkan, program semacam itu pararel dengan tekad Kalsel yang berkeinginan lepas dari ketergantungan eksploitasi batubara.

Menurut dia, Kalsel mesti memanfaatkan pertanian demi menopang perekonomian daerah, selain hasil tambang dan perkebunan sawit.

Baca juga: Musim Olah Sawah, Jasa Traktor Banjir Order

Sahbirin mengatakan 70-80 persen perekonomian Kalsel tergantung bisnis komoditas mineral dan perkebunan beserta turunannya.

“Pertanian ini sumber daya alam terbarukan. Ini diistilahkan raksasa tidur, kalau itu bangkit pasti rakyat kita sejahtera. Kita maksimalkan sumber daya manusia dan teknis lainnya,” ujar Sahbirin Noor.

Komentar