14 Juta Anak Myanmar akan Divaksin Ensefalitis Jepang

47
Ilustrasi bendera Myanmar - Dokumentasi CDN

YANGON – Sebanyak 14 juta anak berusia sembilan bulan  hingga 15 tahun di Myanmarakan segera diberi vaksin perlindungan terhadap Ensefalitis Jepang. Kebijakan  tersebut dibelakukan untuk seluruh anak di seluruh negeri tersebut.

Vaksinasi direncanakan dimulai 15 November mendatang. Menurut managemen Kementerian Kesehatan dan Olah Raga, program vaksinasi tersebut akan dilancarkan dalam dua cara yakni berdasarkan sekolah dan berdasarkan masyarakat secara umum.

Program vaksinasi yang digelar berdasarkan sekolah dan akan dilakukan mulai 15 sampai 23 November. Program vaksinasi yang berlandaskan sekolah akan dilaksanakan di sekolah lokal dan internasional yang telah ditetapkan di berbagai tingkat pendidikan serta pendidikan biara.

Kemudian adalah program vaksinasi yang berlandaskan masyarakat yang akan digelar 11 sampai 18 Desember. Program vaksinasi yang berlandaskan masyarakat akan dilakukan di rumah sakit, pusat kesehatan regional dan rumah swasta yang telah ditentukan.

Pemerintah setempat melancarkan upaya untuk menjangkau setiap anak di negeri tersebut dengan vaksin berdasarkan program itu, terutama di daerah perbatasan dan desa yang sulit dijangkau.

Virus Ensefalitis Jepang hidup di lingkungan yang melibatkan tuan rumah berupa nyamuk dan hewan bertulang belakang, terutama babi dan burung burung yang tak bersarang. Manusia dapat tertular ketika digigit oleh nyamuk yang terinfeksi.

Beberapa pasien yang tertular akan mengalami gejala syaraf termasuk gemetar, kemunculan penyakit secara mendadak (terutama di kalangan anak-anak), serta perubahan status mental dan gangguan gerak. Ensefalitis Jepang dapat mematikan pada 20 sampai 30 persen kasus dan kebanyakan penyintas terus mengalami gejala syaraf, kognitif dan kejiwaan. (Ant)

Komentar