300 Sekolah di Kawasan 3T Sudah Terjangkau Internet

75
Mendikbud, Muhadjir Effendy. -Foto: Dokumentasi CDN

SURABAYA –  Baru sekitar 300 sekolah di Indonesia terjangkau akses internet berkat bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dan saat ini sedang dilakukan upaya untuk menyejajarkan fasilitas, khususnya internet, di sekolah-sekolah wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya masih terus berupaya pelatihan kompetensi teknologi informasi dan komunikasi kepada guru sekolah. “Masih terus berupaya memberikan pelatihan peningkatan kompetensi kepada guru sekolah garis depan,” ujarnya pada pembukaan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Sekolah Garis Depan di Surabaya, Rabu (15/11/2017) dinihari.

Muhadjir mencatat saat ini terdapat sekitar 39.000 sekolah di seluruh Indonesia yang belum terjangkau internet. Dan 11.000 ribu sekolah di antaranya berada di wilayah 3T. Saat ini bersama Kemenkominfo sedang diupayakan membangun infrastruktur agar para siswa di 39.000 sekolah wilayah 3T dapat segera menikmati akses internet berkecepatan tinggi untuk proses belajar mengajar.

Muhadjir memastikan akan diterapkan 100 persen sekolah-sekolah di seluruh Indonesia untuk tingkat SMA dan 80 persen untuk tingkat SMP. “Bersama Kemenkominfo, kami upayakan pelaksanaan UNBK sudah 100 persen semuanya pada tahun 2019,” katanya.

Menkominfo Rudiantara menambahkan dari sekitar 324.000 sekolah termasuk madrasah yang ada di Indonesia saat ini, hampir 100.000 di antaranya telah terkoneksi internet, namun dengan kapasitas yang cukup. “Semuanya saat ini sedang kami upayakan agar mendapatkan akses internet berkecepatan tinggi untuk kepentingan belajar mengajar sehari-hari,” ujarnya.

Rudiantara menegaskan infrastruktur internet berkecepatan tinggi yang sedang dibangun di seluruh sekolah di Indonesia saat ini tidak hanya untuk kebutuhan siswa dalam mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “Kalau UNBK itu kan hanya kebutuhan sesaat di akhir masa sekolah. Yang kami upayakan saat ini adalah akses internet berkecepatan tinggi untuk keperluan belajar mengajar sehari-hari,” katanya. (Ant)

Komentar