60 Juta Pengguna Sim Prabayar Sudah Teregistrasi

63
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, -Dok: CDN

SURABAYA – Sebanyak 60 juta lebih pengguna atau pelanggan kartu Subscriber Identity Module (SIM) prabayar telepon seluler di seluruh Indonesia telah teregistrasi di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kepada wartawan di sela menghadiri Pelatihan Peningkatan Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru Sekolah Garis Depan di Surabaya mengatakan, data registrasi tersebut tercatat hingga Selasa (14/11/2017) pukul 21.00 WIB.

Dia meyakini program registrasi pengguna atau pelanggan Kartu SIM Prabayar itu akan berjalan baik hingga batas waktu Februari 2018. “Prosesnya mudah, pelanggan hanya perlu memasukkan Nomor Induk Kependudukan dan Nomor Kartu Keluarga, tidak ada yang lain,” katanya.

Selain itu, lajut Dia, program registrasi itu tidak dipungut biaya. Dan tidak memakan waktu lama, karena untuk prosesnya, hanya butuh waktu kurang dari satu menit. Program registrasi pelanggan Kartu SIM Prabayar diatur melalui Peraturan Menteri Komunikasi Nomor 21 Tahun 2017 dan telah mulai diterapkan pada 31 Oktober 2017.

Rudiantara menjelaskan program registrasi itu demi meningkatkan kenyamanan pelanggan Kartu SIM Prabayar itu sendiri. “Ini untuk kenyamanan pelanggan. Selama ini kita suka menerima tawaran macam-macam produk dan kredit melalui pesan singkat atau SMS. Padahal kita tidak butuh segala macam produk yang ditawarkan itu,” katanya.

Dengan program registrasi itu, pemerintah bisa mengetahui siapa yang mengirim tawaran produk-produk dan kartu kredit yang tidak diinginkan oleh pelanggan. Dan harapannya gangguan-gangguan terhadap pelanggan Kartu SIM Prabayar nantinya bisa ditekan.

Beberapa penggguna Kartu SIM Prabayar selama ini banyak yang mengeluh gagal saat melakukan registrasi. Dari evaluasi yang dilakukan kegagalan itu karena pelanggan salah memasukkan 16 digit nomor induk kependudukan dan 16 digit nomor kartu keluarga.

“Saya menyadari, memang tidak mudah memasukkan 16 digit angka dengan benar. Apalagi seluruhnya terdapat 32 digit di nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga. Saya harap masyarakat memasukkannya dengan lebih teliti lagi,” tuturnya.

Rudiantara memastikan jika hingga batas waktu Februari 2018 pelanggan Kartu SIM Prabayar tidak melakukan registrasi, akan dengan tegas menjatuhkan sanksi dengan melakukan pemblokiran. “Pelanggan Kartu SIM Prabayar yang tidak melakukan registrasi hingga batas akhir Februari 2018 akan kami blokir, sehingga tidak bisa menelepon, menerima dan mengirim SMS dan mengakses internet,” pungkasnya. (Ant)

Komentar