Banyak Keuntungan, Petani Dianjurkan Tanam Serentak Oktober-Maret

Editor: Satmoko

39
KUPT DTPPH Kecamatan Penengahan, Muallimin (kiri) dan Sersan Dua Sudarwanto (kanan) anggota Babinsa Koramil 03/Penengahan [Foto: Henk Widi]

LAMPUNG – Memasuki masa tanam pertama (MT1) Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Lampung Selatan melalui unit pelaksana teknis Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura (DTPPH) Kecamatan Penengahan, menganjurkan petani mulai melakukan pengolahan tanah dilanjutkan proses penanaman padi di wilayah tersebut.

Kepala UPT DTPPH Kecamatan Penengahan, Muallimin menegaskan, MT1 pada bulan Oktober 2017-Maret 2017 harus bisa dimaksimalkan oleh petani penanam padi.

Muallimin menyebut, masa tanam yang harus dimaksimalkan tersebut berkaitan dengan beberapa faktor diantaranya ketersediaan benih bantuan sehingga tidak ada alasan petani kesulitan benih, kedua faktor curah hujan yang sudah mencukupi di wilayah tersebut dengan adanya hujan yang sudah mulai turun dan faktor ketiga musim tanam serentak bisa berdampak positif bagi petani. Pola penggunaan alat pengolahan tanah dengan sistem traktor mesin juga lebih efesien saat dilakukan serentak karena akses masuk ke areal persawahan akan lebih mudah.

Sersan Dua Sudarwanto Babinsa Koramil 03/Penengahan meninjau lahan sawah yang memasuki masa pengolahan tanah [Foto: Henk Widi]
“Penanaman padi serentak mulai dari pengolahan, tebar benih, tanam bibit bertujuan keuntungan dalam pemenuhan kebutuhan air irigasi untuk pengairan, bibit, pupuk serta pencegahan hama. Bisa dilakukan secara komunal berbeda dengan saat masa tanam yang tidak berbarengan lebih banyak ruginya,” beber Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura kecamatan Penengahan, Muallimin, saat ditemui Cendana News di sela-sela pembagian bibit padi bagi sejumlah kelompok tani di wilayah tersebut, Selasa (14/11/2017).

Muallimin mengungkapkan, saat ini lahan seluas 1300 hektar dengan 186 kelompok tani (poktan) dari sebanyak 22 desa di kecamatan Penengahan yang mendapatkan bantuan benih padi, jagung dan kedelai langsung dari Kementerian Pertanian telah melakukan kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui pelibatan bintara pembina desa dalam setiap pembagian benih padi, jagung dan kedelai. Ketersediaan bibit tersebut diakuinya bertujuan agar petani bisa melakukan penanaman secepatnya pada masa tanam Oktober-Maret ini.

Muallimin bahkan menyebut pola tanam serentak tersebut menjadi terobosan dalam pengendalian hama dan penyakit sebab berdasarkan penelitian serangan hama burung, wereng hingga tikus, kerap terjadi saat petani melakukan pola penanaman atau waktu tanam tidak bersamaan bahkan saling mendahului mengakibatkan akumulasi populasi hama tanaman padi.

“Saat sosialisasi dan penyuluhan kepada para petani kita selalu memberikan gambaran kerugian secara teknis dan ekonomis dari pola tanam yang tidak serentak. Sudah terbukti dalam masa tanam awal tahun ini banyak petani yang produksi padinya merosot akibat serangan hama,” tegas Muallimin.

Contoh konkrit serangan hama yang kerap mengakibatkan berkurangnya produksi padi di wilayah Kecamatan Penengahan diakui oleh Muallimin diantaranya serangan hama tikus dan burung pipit dengan adanya perbedaan waktu masa tanam beberapa desa. Sumber pakan yang tersedia bagi hama membuat perkembangan hama berkembang pesat. Selanjutnya menyerang tanaman padi yang ditanam berikutnya menyesuaikan siklus perkembangan hama.

Sebagai upaya dukungan pola tanam serentak yang bertujuan memberi keuntungan bagi petani, Muallimin menegaskan, koordinasi dengan kelompok tani, penyuluh dan anggota TNI melalui bintara pembina desa bahkan terus dilakukan. Pendampingan dan tanggungjawab memperoleh hasil tanaman pangan padi, jagung dan kedelai melalui upaya khusus Pajale bahkan sudah menjadi tujuan pencapaian swasembada pangan.

Sebagian lahan sawah yang sudah memasuki masa tanam di Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Sersan Dua (Serda) Sudarwanto selaku babinsa Koramil 03/Penengahan saat dikonfirmasi Cendana News menyebut, sebanyak 1300 hektar lahan yang mendapat bantuan benih padi varietas Ciherang terus dikawal untuk percepatan masa tanam. Dukungan kemudahan bagi petani tersebut di antaranya Kodim melalui Koramil telah menyediakan fasilitas traktor untuk pengolahan tanah, membantu distribusi bibit dan pupuk hingga penanganan hama.

“Jadi kami beri imbauan kepada petani melakukan masa tanam serentak memanfaatkan musim penghujan. Jika alasan tidak ada alat kami sediakan traktor termasuk benih padi melalui kelompok tani sehingga masa tanam serentak lebih banyak keuntungan diperoleh dibandingkan tidak serentak,” beber Sersan Dua Sudarwanto.

Berdasarkan pantauan babinsa, ungkap Serda Sudarwanto, saat ini di wilayah Kecamatan Penengahan lahan sawah sudah memasuki masa “labuh” (proses pembajakan) sembari menebar benih yang bisa ditanam pada usia 21 hari dengan target penyiapan lahan berupa penyiapan lalahan dan membuat tanggul yang bisa dilakukan secepatnya menggunakan alat dan mesin pertanian.

Menurut Serda Sudarwanto, petani saat ini sangat dimudahkan dengan penyediaan infrastruktur irigasi yang direhab sehingga air irigasi lancar, alat pengolah tanah berupa traktor, mesin penanam padi (rice transplanter) hingga perontok padi (combine harvester) diberikan kepada petani melalui bantuan dari Kementerian Pertanian. Hal itu merupakan  upaya mendorong petani melakukan penanaman serentak agar bisa terwujud terutama MT1 Oktober-Maret untuk tercapainya swasembada pangan padi.

Komentar