BRI Padang Targetkan Penyaluran KUR Rp3 Triliun di 2018

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

57
Wakil Pimpinan Wilayah BRI Kanwil Padang, Darnawi saat memberikan pemaparan pada seminar UMKM dari rakyat untuk rakyat di Hotel Mercure Padang/Foto: M. Noli Hendra

PADANG — Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Wilayah (Kanwil) Padang, Sumatera Barat menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bisa mencapai Rp3 triliun. Hal tersebut ditujukan untuk memberikan kontribusi dalam sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Padang.

“Kita BRI telah melakukan penyaluran KUR untuk Kota Padang hingga akhir bulan Oktober mencapai Rp2 triliun,” ungkap Wakil Pimpinan Wilayah BRI Kanwil Padang, Darnawi usai seminar UMKM dari rakyat untuk rakyat di Padang, Selasa (14/11/2017).

Baca juga: Warung Damandiri Bermanfaat Bagi Pelaku Usaha Kecil

Ia meyebutkan, BRI optimis hingga akhir tahun ini dapat melebihi bantuan KUR hingga mencapai Rp 2,3 triliun.

“Kita yakin, penyaluran KUR akan melewati Rp2 triliun, dan dikisaran Rp2,3 triliun kemungkinan bisa kita capai,” katanya.

Sedangkan untuk jumlah nasabah BRI yang bergerak di UMKM, ucap Darnawi, sudah mencapai 200 ribu. Jumlah tersebut relatif tinggi dan akan terus bertambah seiring waktu berjalan. Hal ini dikarenakan masyarakat saat ini lebih suka berwirausaha dengan jalur UMKM.

“Jadi, makin banyak masyarakat yang berwirausaha dengan cara UMKM. Kami yakin jumlah nasabah akan mengalami peningkatan. Apalagi yang membutuhkannya terkait pemodalan,” jelasnya.

Baca juga: Unit Usaha Warung Damandiri KUD Argomulyo Mulai Bergeliat 

Menurutnya, dengan dukungan yang diberikan dalam bentuk pemodalan. BRI yakin UMKM yang bergerak di Sumbar, khususnya Padang dapat bersaing secara global. Untuk itu produk UMKM harus mempersiapkan kemasan produk yang bagus, serta, memperbaiki kualitas produk.

“Saya nilai dengan berapa perbaikan UMKM di Sumbar dapat bersaing dengan produk dari negara lain,” katanya.

Darnawi juga mengatakan sejauh ini tidak ada persoalan untuk pengembalian pinjaman KUR dari masyarakat ke BRI. Bahkan soal kredit macet atau NPL nya nyaris tidak ada.
“Kenapa bisa demikian, karena sebelum menyalurkan KUR. Pihak kita telah melakukan analisa kepada peminjam dana,” ujarnya.

Untuk itu, ia menegaskan pada tahun depan, BRI menargetkan pinjaman KUR akan meningkat dari tahun ini.

“Kita belum bicara target. Namun saya asumsikan tahun depan akan lebih tinggi dari tahun ini. Sekarang bisa mencapai Rp 2 triliun, namun, tahun depan kita ingin capai Rp3 triliun,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Zirma Yusri menyebutkan, realisasi penyaluran KUR dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Jumlah tersebut juga telah menyerap pelaku UMKM.

“Untuk itu kita terus mendorong perbankan untuk dapat meningkatkan KUR, karena persoalan utama pelaku usaha memang dipermodalan,” katanya.

Menurut Zirma, peran KUR dalam hal menumbuh kembangkan pelaku usaha di Sumbar sangat besar. Karena, tanpa adanya modal usaha, pelaku usaha akan sulit untuk berkembang. Hal ini dikarenakan, modal usaha yang ada perlu adanya pengurusan kemasan, merek, label halal, dan penambahan jumlah produksi usahanya.

Ia menyebutkan, saat ini dengan jumlah UMKM di Sumbar mencapai 591 ribu, yang bergerak diberbagi bidang usaha, seperti usaha kuliner, kerajinan, dan pedagang kecil lainnya.

Baca juga: Wabup Sleman: Damandiri Menumbuhkan Unit-unit Usaha

Zirma mengaku masih banyak UMKM di Sumbar yang sebenarnya belum terdata ataupun terjangkau oleh pemerintah. Seperti halnya pedagang-pedagang kecil yang ada di sekolah-sekolah, perkantoran, dan tempat umum lainnya.

Komentar