Dari Mesin Air Minum, Eli Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah

Editor: Irvan Syafari

2555
Eli Pudjiastuti/Foto: Makmun Hidayat.

JAKARTA — Sekali dayung, dua tiga pulau terlampau. Begitu bunyi pepatah singkat namun sarat makna, sepertinya pas untuk Elli Pudjiastuti.  Kegigihan perempuan berjilbab yang satu ini, hingga dalam sebulan saja mampu mengantongi uang lebih dari Rp30 juta dari bisnis berjualan mesin dan air minum.

Berawal dari sebuah hasrat ingin mengonsumsi air minum merek tertentu itu hanya untuk sekadar mengambil manfaat bagi kesehatan tubuh, namun perempuan yang satu ini rupanya melihat ada peluang bisnis. Maka, mulailah perempuan asal Cilacap ini berjualan mesin air minum bermerek sekaligus airnya sejak 9 bulan yang lalu.

“Saya bergabung dan membeli mesin air minum ini sejak Maret 2017. Mesin itu baru ada di Indonesia sejak 3 tahun lalu yang lalu, sedangkan di negara asalnya, Jepang sudah ada sejak 1974,” kata alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini, kepada Cendana News, Rabu (15/11/2017).

Eli mengaku awalnya ia meminum air mineral tersebut hanya sekadar untuk manfaat kesehatan saja, namun ternyata ada peluang bisnisnya, retail maupaun waralaba pribadi. Eli pun kemudian tertarik untuk menjalani bisnis itu.

Alasan memilih bergabung, sebut Eli karena produknya jelas dibutuhkan banyak orang. Selain itu, tidak susah jualnya karena cukup dengan sharing pengalam pribadi mengkonsumi saja sudah banyak yang tertarik apalagi dengan diceritakan bisnisnya.

“Jadi walaupun bisnisnya tidak kita jalankan, misalnya, kita masih bisa dapatkan manfaat dari mesin untuk tidak beli air galonan lagi,” beber alumni SMEA Negeri Purwokerto (kini SMKN 2) ini.

Sistem bisnisnya, kata Eli, adalah direct selling, bukan Multi Level Marketing (MLM). Komisi hanya dibayarkan jika ada penjualan saja, dan dibayarkan dua minggu setelah transaksi penjualan. Tidak ada syarat dan ketentuan apapun, uang komisi dari hasil penjualan langsung ditransfer.

“Jadi kita dalam sebulan bisa jual beberapa kali.  Saya akan mendapatkan transferan komisi beberapa kali. Tidak dikumpulkan pada akhir bulan bahkan tidak ada yang namanya tutup point kaki kiri kanan seimbang,” imbuh perempuan yang tinggal di Kota Bekasi ini.

Eli menegaskan bahwa direct selling itu mengandalkan network marketing, tapi bukan MLM. Eli mengibaratkan layaknya perusahaan pada umumnya, namun ada yang khas dari bisnis ini.

Di bisnis ini, sebut Eli karir akan terus meningkat seiring dengan kinerja dan usaha kita sendiri. Ketika target penjualan produk meningkat, maka akan linier komisi juga meningkat, begitu juga karir. Sebagai gambaran, dari sukses jual 10 produk, selanjutnya masuk level target penjualan 20 produk, begitu seterusnya. Komisi dan karir juga meningkat.

Menurut Eli, bukan hanya sekadar menjual mesin dan air mineralnya saja, di bisnis ini karirnya juga sama persis dengan perusahaan ideal. Yang membedakannya adalah tidak ada istilah pecat sampai seumur hidup begitu sekali sudah memulai. Bahkan, lanjut Eli, bisnis ini juga bisa diwariskan ke anak.

Selain itu, target penjualan pun tidak dibatasi dalam kurun waktu tertentu. Yang mau dapat komisi dan mau berhasil harus berusaha sendiri. Harus usaha dan jualan, karena ini bukan MLM.

“Jadi, jika bicara soal kendala, cuma ada di kita sendiri. Bagaimana mengalahkan rasa kemalasan untuk selalu edukasi,” imbuhnya.

Dari bisnis yang ditekuninya, Eli mengaku dalam sebulan mampu mengantongi keuntungan hingga Rp30 juta lebih. “Dalam sebulan untuk bulan ini saya terima lebih dari Rp30 juta. Itu hanya terima transferan. Kalau teman-teman ada yang sharing atau jualan pasti lebih banyak lagi,” akunya.

Eli menjelaskan di bisnis yang ia jalani, dikenal istilah 1A sampai 6A untuk menggambarkan nama jabatan untuk memudahkan diingat, yang juga menggambarkan jumlah komisi yang akan diterima.

Di katakan Eli bisnis ini ke depan cukup prospektif, baik dari aspek produk, pangsa pasar, umur perusahaan, maupun kinerja perusahaan dalam 10 tahun terakhir.

“Ini produk air sehat kelas dunia yang dibutuhkan semua orang. Pangsa pasar masih sangat luas. Di Indonesia ada 8 juta lebih kepala keluarga, baru sekitar 40 ribu yang punya mesin. Umur perusahaan sudah 30 tahun lebih dan permintaan pasar masih sangat tinggi,” beber Eli.

Saat ini, kata Eli, untuk mesin air minumnya saja sampai indent. Kinerja perusahaan juga semakin meningkat di seluruh dunia, dan hampir tiap tahun buka cabang di negara baru. Total ada lebih dari 38 negara telah memakai mesin air minum ini.

Kelebihan air kita di bisnis ini, lanjut Eli, yakni alkalize, antioksidan tinggi, micro cluster. Selain itu terdapat 8-9,5 jenis pH air. Untuk pemprosesannya dilakukan secara elektrolisis.

Komentar