Dispursip Kalsel Serius Manyemai Literasi di Lapas-Rutan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

66
Kepala Dispursip Kalsel, Nurliani Dardie (kanan) dan Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel Imam Suyudi (kiri) di sela meneken MoU perpustakaan keliling ke lapas dan rutan se-Kalsel, Selasa (14/11/2017)./Foto: Diananta P Sumedi

BANJARMASIN — Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Selatan bersama Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, sepakat meneken nota kesepahanan (MoU) untuk menggencarkan gerakan literasi ke lembaga pemasyarakat dan rumah tahanan se-Kalimantan Selatan. Kesepakatan ini berlaku dua tahun ke depan, terhitung sejak resmi diteken pada Selasa (14/11/2017).

Baca juga: Gerakan Literasi di SMPN 2 Depok dengan Baca Fiksi

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalsel, Hj Nurliani Dardie menuturkan, gerakan literasi sambang lapas dan rutan sejatinya sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu dengan maksud meningkatkan minat baca warga binaan.

Dispursip Kalsel, misalnya, menyambangi Rutan Pelaihari, Lapas Narkotika Karang Intan Martapura, Lapas Khusus Anak Martapura, dan Lapas Klas IIA Banjarmasin.

“Kami bawa mobil perpustakaan keliling yang berisi buku-buku bacaan. Para narapidana antusias kalau ada perpustakaan keliling, mereka biasanya suka baca buku-buku agama dan cerita fiksi,” kata Nurliani Dardie di sela meneken MoU di Kantor Kemenkumham Kalsel, Selasa (14/11/2017).

Sebelum ada MoU ini, menurut dia, tim Dispursip Kalsel mendekati kepala-kepala lapas dan rutan yang akan dikunjungi. Mayoritas merespons positif, tapi ada pula yang menolak karena belum ada perjanjin resmi dengan Kanwil Kemenkumham Kalsel.

Nurliani mencontohkan petugas Rutan Kelas IIB Kandangan sempat menolak kedatangan perpusatakaan keliling.

“Tapi enggak masalah. Yang belum dikunjungi itu di Lapas Kotabaru, Rutan Kandangan, Marabahan, dan Tanjung. Kami juga terkendala mobilitas karena hanya punya dua mobil, tahun depan (2018) sudah diusulkan lima unit perpustakaan keliling,” ujar Nurliani Dardie.

Apalagi, Nurliani turut mengajak pendongeng cerita di sela aksi baca buku. Menurut dia, gerakan semacam ini punya dampak berganda yang positif. Selain menambah minat baca, ia mengklaim dongeng fiksi bisa menyadarkan warga binaan agar tidak mengulangi tindak kriminal ketika sudah bebas.

Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, Imam Suyudi, merespons positif inisiatif Dispursip Kalsel yang berkenan keliling penjara demi meningkatkan minat baca narapidana.

Sebab, kata Imam, bahan buku bacaan di penjara tidak selengkap milik Dispursip. Ia pun menyinggung soal penolakan petugas Rutan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang menolak kehadiran tim Perpusling Kalsel.

“Kalau tahu Pak Kadivpas, bisa marah-marah (Ditolak masuk). Cara seperti ini (Perpusling) cukup efektif mengajak narapidana berbuat positif, karena mengajari tanpa harus menggurui. Kalau lewat belajar formal biasanya kurang mengena, napi bisa bosan dan jenuh,” ujar Imam Suyudi.

Baca juga: Berantas Buta Aksara, Lamsel Canangkan Gerakan Membaca dan Kampung Literasi

Selain itu, Imam meminta Dispursip Kalsel turut mengajari keahlian cara mengolah kerajinan dan aneka ‘soft skill’ lain. Sebab, ia berharap para narapidana bisa mandiri dan bermanfaat di tengah masyarakat selepas bebas dari penjara.

Komentar