Distan Sikka Siapkan 137,4 Ton Jagung Komposit

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

56
Lahan pertanian jagung di desa Habi kecamatan Kangae kabupaten Sikka yang sudah dibersihkan dan akan ditanami jagung Komposit. Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE — Dinas Pertanian kabupaten Sikka menyiapkan 137,4 ton benih jagung Komposit untuk musim tanam 2017 pada lahan sebesar 5.496 hektar yang akan didistribusikan bagi 167 kelompok tani yang tersebar di 21 kecamatan.

“Dananya bersumber dari APBN untuk lahan seluas 4.396 hektar, dari APBD I provinsi NTT untuk lahan seluas 1.000 hektar sementara dana dari APBD II kabupaten Sikka hanya untuk lahan seluas 100 hektar,” sebut Inocensius Siga.

Baca juga: Seminggu Hujan, Petani Jagung Sikka Bajak Lahan Pertanian

Kepala bidang Tanaman Pangan dinas Pertanian kabupaten Sikka Inocensius Siga. Foto : Ebed de Rosary

Kepala Bidang Tanaman Pangan dinas Pertanian kabupaten Sikka ini saat ditemui Cendana News Senin (13/11/2017) siang di kantornya mengatakan, bantuan tersebut mulai Senin (13/11/2017) sudah didistribusikan bagi petani dimana selain jagung juga ada bantuan pupuk juga.

“Dari total kebutuhan benin tersebut yang diproduksi penangkar benih di kabupaten Sikka hanya 107,5 ton saja sementara sisanya saya minta agar kontraktor mendatangkan dari luar daerah karenan jumlah tersebut diprioritaskan bagi kelompok tani yang mendapatkan program dengan dana dari APBN,” ungkapnya.

Baca juga: Sistem Tumpangsari Jagung pada Lahan Perkebunan Karet

Benih dari Sikka, lanjut Ino sapaannya, diprioritaskan bagi kelompok tani yang mendapatkan bantuan dana dari APBN, sebab dana tersebut ditransfer langsung ke rekening kelompok tani dan petani membelanjakan sendiri. Sementara kontraktor pelaksana masih bisa mendatangkan dari luar kabupaten Sikka.

“Adanya bantuan ini kami harapkan produksi jagung bisa meningkat apalagi kabupaten Sikka termasuk salah satu sentra di provinsi NTT dan masih banyak lahan yang bisa ditanami,” tuturnya.

Landolinus Piluk, ketua kelompok tani Daan Dadi desa Wolonterang kecamatan Doreng saat ditemui Cendana News di kantor dinas Pertanian kabupaten Sikka Senin (13/11/2017) sore menyebutkan, pihaknya bersama ketua dan sekertaris datang ke dinas Pertanian meminta rekomendasi pencairan dana bantuan.

Landolinus Piluk ketua kelompok tani Daan Dadi desa Wolonterang kecamatan Doreng kabupaten Sikka yang mendapatkan bantuan dana APBN untuk penanaman jagung Komposit. Foto : Ebed de Rosary

Dana yang sudah masuk ke rekening kelompok tani di BRI tersebut, kata Lando sapaannya, akan ditarik untuk dibelanjakan benih jagung Komposit yang disiapkan penangkar di kantor dinas Pertanian Sikka sehingga bisa langsung dibawa ke desa dan dibagikan kepada anggota kelompok.

“Kelompok kami anggotanya 14 orang dengan total luas lahan sebesar 10 hektar dimana tahun kemarin juga mendapatkan bantuan dari program Upsus Pajale dimana semua petani di desa mendapatkan bantuan sementara tahun ini hanya kelompok saya saja yang mendapatkan bantuan,” ungkapnya.

Baca juga: Lahan Jagung Petani di Kendari Diasuransikan

Lahan yang akan ditanami sudah dibersihkan dan dicangkul, tapi masih menunggu bantuan benih dari pemerintah padahal anggota kelompok sudah bersiap melakukan penananam sebab sudah mulai memasuki musim hujan.

“Kami sudah terbiasa menanam jagung Komposit apalagi penanamannya hampir sama dengan jagung lokal. Apalagi dengan adanya bantuan pupuk dan pestisida kami yakin produksi bisa meningkat asal tidak terganggu cuaca dan hama serta bencana,” tuturnya.

Baca juga: PANEN RAYA JAGUNG, HARGA JUAL TURUN

Jagung Komposit terang Lando, paling lama panennya tiga bulan, sedangkan jagung Hibrida lebih cepat dipanen hanya butuh waktu dua bulan lebih dan dalam satu hektar hasil produksi jagung Komposit berkisar antar dua sampai empat ton.

Komentar