DPR: Adat Budaya Lokal Bisa Mendunia Asal Dihargai

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

115
Anggota DPR RI Dr.Andreas Hugo Pareira saat berbicara dalam seminar budaya di biara Scalabrinian Maumere. Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE — Anggota DPR RI, Dr.Andreas Hugo Pareira menyebutkan, adat dan budaya lokal yang tumbuh dan berkembang sejak dahulu di seantero Nusantara menjadi sebuah aset, sebuah kekayaan yang bisa diperkenalkan kepada seluruh dunia asal mesyarakatnya ikut menghargai dan mencintai.

“Kalau kita menjaga identitas budaya kita maka orang lain akan menganggap kita, tidak akan meremehkan kita. Tapi bila kita sendiri tidak menghargai produk budaya kita maka orang lain akan meremehkan kita,” ungkapnya dalam dalam seminar dan pentas budaya, Kaum Muda dan Identitas Budaya di biara Scalabrinian Maumere, Sabtu (18/11/2017) malam.

Baca: Perda Masyarakat Adat, Penting

Identitas budaya harus dijaga, sebab Indonesia memiliki produk-produk budaya yang bisa menjadi kelas dunia.

“Manusia dengan akal dan budinya menghasilkan budaya dari kehidupannya dimana saat ini cepatnya perkembangan teknologi informasi dengan hadirnya telepon genggam pintar, handphone smartphone membuat manusia bisa mendapatkan informasi dengan cepat dan menyebarkan informasi dengan cepat,” tuturnya.

Baca: ‘Malang Tempo Dulu’ Digelar Lagi

Teknologi informasi lanjut putra Sikka ini, membuat orang bisa berbagi semua hal mulai dari musik, adat istiadat, keyakinan dan hal-hal lain yang merupakan produk manusia yang disebut budaya dan membentuk budaya baru

Orang semakin mudah terpengaruh dan melepas identitasnya sebut Andreas, lalu mencari identitas baru karena yang banyak muncul di halaman-halaman media sosial adalah produk budaya luar yang begitu masif dan mempengaruhi pribadi seseorang.

Baca: Agar Bijak di Medsos, Kembalilah ke Sastra dan Seni

Lagu Gemu Fa Mi Re tutur Anderas, berasal dari Maumere dan di You Tube sudah 11 juta orang yang melihat lagu ini. Bahkan tariannya ditarikan oleh presiden sampai anak kecil. Jadi ini produk identitas yang berasal dari kampung kecil dan mendunia berkat alat teknologi informasi.

“Semakin banyak orang yang mengenal produk budaya kita maka orang akan berbondong-bondong datang mencari produk budaya kita. Tugas kita menjaga dan melestarikan adat budaya kita dan dikemas dengan menarik agar bisa mendapat apresiasi dari orang lain dan bisa laku dijual,” ungkapnya.

Komentar