Gaji tak Kunjung Dibayar, PSIM Ultimatum Manajemen

Editor: Satmoko

78
Engkus Kuswaha, striker PSIM menuntut kepastian pelunasan tunggakan satu kali gaji dan bonus bertahan. Foto: Sodik

YOGYAKARTA – Gerah tak kunjung mendapatkan kepastian soal gaji, pemain PSIM Yogyakarta akhirnya mengultimatum manajemen untuk segera menuntaskan kewajiban mereka. Manajemen diberi waktu hari ini, Rabu (15/11/2017) untuk membayar sisa gaji satu bulan dan bonus bertahan Liga 2.

“Kami ingin hari ini sudah ada kepastian pembayaran gaji. Kami menginginkan kepastian apalagi manajemen juga pernah berjanji segera membayarkan tunggakan gaji yang menjadi hak kami,” ucap Engkus Kuswaha, striker PSIM Yogya, Rabu (15/11/2017).

Engkus sendiri belum bisa menjelaskan langkah konkret seandainya manajemen kembali ingkar janji, namun Engkus dan pemain Laskar Mataram lainnya tetap berharap tidak terjadi kembali pengunduran jadwal pelunasan gaji. Apalagi di akhir pekan nanti, PSIM yang dilatih Erwan Hendarwanto berencana menggelar laga eksebisi kontra PPSM Magelang.

“Kami semua ingin besok itu sudah clear dan dibayarkan. Sebelumnya manajemen menjanjikan tanggal 10 November lalu sisa satu bulan gaji yakni Oktober yang belum terbayar akan dilunasi, tapi ternyata tidak ada realisasinya,” kata dia.

Engkus mengaku baru tiba di Kota Yogya dari daerah asalnya di Majalengka, Jawa Barat pada awal pekan ini (13/11/2017). Tanpa ada bantuan biaya dari manajemen, Engku datang ke Wisma PSIM dengan biaya sendiri.

“Saya kira teman-teman dari luar kota lainnya juga seperti. Datang ke sini dengan biaya sendiri. Harapannya hari ini bisa dilunasi tunggakan gajinya,” tutur salah satu pemain senior di PSIM ini.

Disinggung kemungkinan melakukan aksi seperti yang dilakukan pemain dua tahun lalu, Engkus tidak bisa memastikannya. Kendati begitu, ia menyebut aksi seperti itu sangat mungkin dilakukan jika manajemen kembali ingkar janji.

“Dua tahun lalu ada aksi, pemain mendatangi Balai Kota Yogyakarta dan rumah dinas wali kota karena gaji tak kunjung dilunasi. Untuk sekarang, aksinya mau seperti apa, kami masih menunggu niat baik manajemen. Dan kami sangat berharap segera selesai,” katanya.

Engkus menambahkan, pemain sangat menyayangkan sikap manajemen yang terkesan menghindar. Mengingat tidak ada satu pun manajemen yang mau menemui pemain. Bahkan kondisi seperti ini sudah terjadi sejak Laskar Mataram berjuang meraih tiket bertahan di Liga 2 musim depan.

“Saat kami akhirnya berhasil mengamankan tiket bertahan, kami semua larut dalam euforia. Tapi, itu hanya kami saja, karena tidak ada manajemen yang datang dan turut merayakan keberhasilan bersama kami,” pungkasnya.

Komentar