Gempa Guncang Iran-Irak, Lebih dari 300 Orang Meninggal

58
Ilustrasi peta wilayah Iran - Foto: Doumentasi CDN

BAGHDAD – Lebih dari 300 orang dilaporkan meninggal di Iran ketika gempa bumi berkekuatan 7,3 pada skala Richter melanda negara itu pada Minggu (12/11/2017). Sementara di Iraq, sedikitnya enam orang dilaporkan juga meninggal karena bencana tersebut.

Regu-regu penolong hingga kini masih mencari puluhan orang yang terperangkap di bawah reruntuhan di kawasan pegunungan. Polisi negara mengatakan lebih 336 orang meninggal di Iran dan sedikitnya 3.950 orang menderita luka-luka. Para pejabat setempat mengatakan jumlah angka kematian diperkirakan akan meningkat sementara regu-regu penolong masih melakukan upaya pencarian di kawasan-kawasan terpencil di Iran.

Gempa bumi dirasakan di beberapa provinsi di bagian barat Iran, tetapi provinsi yang paling parah dilanda ialah Kermanshah, yang telah mengumumkan hari berkabung selama tiga hari. Lebih 236 korban berada di daerah Sarpol-e Zahab di Provinsi Kermanshah, sekitar 15 kilometer dari perbatasan Irak.

Kepala Organisasi Penanganan Bencana Nasional Iran Esmail Najar mengatakan, sejumlah orang yang cedera mungkin terjebak di bawah reruntuhan di Kabupaten Qasr-e-Shirin di Provinsi Kermanshah. Iran adalah salah satu negara yang secara seismik aktif di dunia. Dan dilintasi oleh beberapa lempeng utama gempa, yang mencakup sedikitnya 90 persen negeri itu. Akibatnya ialah gempa yang menghancurkan terus-menerus terjadi.

Gempa bumi itu telah menimbulkan kerusakan berat di sejumlah desa, tempat rumah-rumah dibuat dari batu bata. Regu-regu penyelamat bekerja keras menemukan mereka yang masih hidup terperangkap di bawah gedung-gedung yang runtuh. Tercatat sedikitnyaa 14 provinsi di Negara tersebut terguncang oleh getaran gempa. “Gempa itu juga memicu tanah longsor yang merintangi usaha-usaha pertolongan,” kata para pejabat Iran, Senin (13/11/2017).

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatulloh Ali Khamenei menyatakan turut bela sungkawa akibat kejadian tersebut. Ali Khamenei mendesak seluruh lembaga pemerintah melakukan semua yang dapat mereka bantu bagi mereka yang terdampak.

Survei Geologi AS menyebutkan gempa itu berkekuatan 7,3. Seorang pejabat meteorologi Irak menyebutkan gempa berkekuatan 6,5 dengan pusat gempa di Penjwin di Provinsi Sulaimaniyah, kawasan Kurdistan, dekat dengan perlintasan perbatasan utama dengan Iran.

Para pejabat kesehatan Kurdi mengatakan sedikitnya enam orang meninggal di Irak dan sedikitnya 68 orang luka-luka. Para pejabat setempat dan kesehatan Irak mengatakan kawasan yang paling parah dilanda ialah distrik Darbandikham, dekat perbatasan dengan Iran, tempat sedikitnya 100 rumah runtuh dan satu-satunya rumah sakit di distrik itu rusak berat.

Gempa itu terasa sejauh hingga Baghdad yang berada di bagian selatan dari pusat gempa. Banyak warga di ibu kota itu tergesa-gesa keluar dari rumah-rumah mereka dan gedung-gedung tinggi ketika gempa mengguncang ibu kota Irak itu.

Warga di Diyarbakir, kota di bagian tenggara Turki juga melaporkan merasakan gempa yang kuat, tetapi sejauh ini belum ada laporan segera tentang kerusakan atau korban di sana. Ketua Bulan Sabit Merah Turki Kerem Kinik mengatakan bahwa tim-timnya yang berada di Erbil siap-siap pergi ke lokasi yang terkena gempa dan badan manajemen bencana nasional Turki, AFAD, dan Tim Regu Penolong Nasional juga siap-siap menuju Irak.

Ketua AFAD mengatakan organisasi itu menunggu jawaban atas tawarannya untuk membantu. Guncangan terasa di beberapa provinsi Iran yang berbatasan Irak, termasuk Ibu Kota Iran, Teheran, serta di negara lain seperti Turki, Armenia, Arab Saudi, Kuwait dan Uni Emirat Arab (UAE). Lebih dari 30 tim layanan darurat Iran telah dikirim ke wilayah yang diguncang gempa dan beberapa helikopter mengirim keperluan dasar.

Gempa paling mematikan yang mengguncang dalam sejarah modern Iran terjadi pada Juni pada 1990 di Iran Utara. Gempa tersebut menewaskan tak kurang dari 37,000 orang dan menghancurkan Kota Besar Rudbar, Manjil dan Lushan, selain ratusan desa.
 (Ant)

Komentar