Germas Pemprov Sumbar Sasar Daerah Terpencil

Editor: Irvan Syafari.

69
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit saat menyalami salah seorang bidan Puskesmas dalam meperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 Tahun 2017 di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Padang/Foto: M. Noli Hendra.

PADANG — Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang merupakan program Kementerian Kesehatan RI turut memberikan peran terhadap masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, terjauh, dan tertinggal di Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumbar terus berupaya menciptakan hidup sehat bagi masyarakat. Terutama, didaerah terpencil, terjauh, dan tertinggal seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat dan Solok Selatan.

Ia menyebutkan, melalui GERMAS Pemprov Sumbar bisa melakukan monitoring ke daerah yang di terpencil, terjauh, dan tertinggal tersebut. Dinkes sendiri akan memprioritaskan daerah tertinggal dalam mewujudkan hidup sehat. Untuk itu, kepada Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota bahkan hingga Puskesmas, bisa melakukan monitoring terhadap kesehatan masyarakat di daerah terpencil, terjauh, dan tertinggal.

“Melalui Germas ini diharapkan masyarakat dapat menjalankan prilaku hidup sehat dan bersih, mengingat rentannya jenis penyakit yang dapat menjangkiti masyarakat,” ujarnya, usai memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53 Tahun 2017 di Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Padang, Senin (13/11/2017).

Menurutnya, untuk mencapai daerah-daerah terpencil, terjauh, dan tertinggal itu, bisa dibantu oleh tiap-tiap Puskemas, karena Puskesmas berada di setiap kecamatan yang ada di setiap kabupaten dan kota. Untuk itu ia meminta kepada Dinas Kesehatan di masing-masing daerah kabupaten dan kota, agar bersama-sama turun ke lapangan untuk menciptakan hidup bersih bersama program Germas.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan perlu adanya upaya untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat mulai dari lingkungan keluarga. Bahkan, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Permen kesehatan tentang pedoman penyelengaraan program Indonesia Sehat, dengan pendekatan keluarga.

“Jika pendekatan keluarga ini dapat dilaksanakan dengan baik. Maka dapat dipastikan akan meningkatkan pencapaiaan standar pelayanan minimal bidang kesehatan di kabupaten dan kota,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, penyelengaraan program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga juga perlu melibatkan lintas sektor Germas. Hal tersebut dapat mewujudkan kesehatan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, dan secara tidak langsung hal yang demikian dapat membentuk Indonesia Sehat.

Kendati demikian, Wagub mengaku yang menjadi permasalahan kesehatan yang saat ini ialah masih tingginya angka kematian ibu, tingginya angka kurang gizi, penyakit menular dan tidak menular.

“Untuk itu permasalahan kesehatan mesti diselesaikan jika ingin meningkatkan kualitas hidup saat ini dan masa yang akan datang,” tegasnya.

Nasrul juga meminta Puskesmas yang langsung bersentuhan dengan masyarakat didaerah untuk mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki dalam rangka menyelesaikan permasalahan kesehatan tersebut. Puskesmas juga diminta untuk aktif mengambil peran tersebut, dalam mencerdaskan masyarakat untuk hidup sehat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Merry Yuliesday/Foto: M. Noli Hendra.

Komentar