Gus Sholah Terpilih Sebagai Ketua PW Ansor Jateng

Editor: Irvan Syafari

84
Sholahuddin Aly (Gus Sholah) memberikan sambutan usai terpilih melalui musyawarah mufakat/Foto: Parwito.

SEMARANG — Konferensi Wilayah (Konferwil) Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah (PW GP Jateng), telah digelar di GPU Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jateng. Secara mufakat, Solahudin Aly atau Gus Sholah, terpilih sebagai Ketua PW GP Anshor Jateng periode 2017-2021.

Gus Sholah ditetapkan sebagai Ketua melalui musyawarah mufakat setelah mendapatkan dukungan mayoritas suara, serta menyisihkan kandidat lainnya yakni Wahid Jumali. Dari hasil akreditasi mulai tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) sampai Pimpinan Cabang (PC) se-Jateng.

Dari 35 PC hanya 25 PC yang memenuhi syarat akreditasi dan memiliki hak suara. Sementara untuk PAC, yang mendapatkan nilai A dan B serta memiliki hak suara ada sebanyak 375 PAC.

Pada tahap pengumpulan rekomendasi atau dukungan, tahap ini muncul tiga nama yakni Wahid Jumali dengan dukungan sebanyak 5 PC dan 35 PAC, Wahidin Said dengan dukungan sebanyak 3 PC dan 39 PAC, Sholahudin Aly melesat mendapatkan dukungan sebanyak 17 PC dan 225 PAC.

“Berdasarkan tata tertib, tiap calon dianggap sah jika diusulkan 4 PC dan 20 PAC yang terakreditasi. Maka yang berhak dicalonkan ada dua calon. Yaitu Solahudin Aly dan Wahid Jumali,” kata pimpinan sidang dari PP GP Ansor Lukman Hakim.

Setelah proses musyawarah PP Ansor dengan dua kandidat, akhirnya dimufakati Gus Sholah ditunjuk menahkodai GP Ansor Jateng ke depan. Penetapan Gus Sholah sebagai nahkoda baru, mendapat sambutan hangat dari peserta Konferwil dengan mengumandangkan Sholawat Burdah.

Usai menerima mandat, Gus Sholah menegaskan Ansor Jateng memiliki tugas tidak ringan untuk menahkodai Ansor Jateng ke depan. Baik tantangan internal maupun eksternal. Tantangan utama adalah mengoordinasi sejumlah 35 PC dan 430 PAC se Jawa Tengah.

“Tanggungjawab ke depan mengkoordinasi 35 daerah dan mengawal 430 PAC se-Jateng tentu bukan tugas ringan. Kalau kita bersama-sama Insha Allah bisa memajukan Ansor di Jateng,” tegasnya dalam siaran persnya kepada Cendana News Selasa (14/11) di Kota Semarang, Jateng.

Gus Sholah yang sebelumnya menjabat Sekretaris PW GP Ansor Jateng menyatakan, secara kuantitas kelembagaan GP Ansor sudah tidak meragukan lagi. Bahkan banyak pihak yang ingin mendekat. Tentu ini menjadi posisi tawar tersendiri dan dapat diperhitungkan semua pihak.

“Maka saya harap kawal nama baik organisasi kita ini di mata semua stakeholder. Tugas kita adalah bagaimana ke depan membangun organisasi yang semakin kokoh. Juga mempererat hubungan dengan berbagai pihak guna membangun situasi yang kondusif di Jateng,” katanya.

Baginya, ada dua hal menjadi titik garapan Ansor Jateng yaitu tertib administrasi, dokumentasi atau arsiparis yang hingga kini masih sangat lemah. Tantangan yang paling nyata di depan mata, lanjutnya, adalah upaya membentengi masyarakat dari ideologi-ideologi Islam radikal.

“Melakukan kaderisasi hingga menciptakan kader yang unggul serta siap ditempatkan di berbagai medan. Kader-kader Ansor harus bisa menduduki tempat-tempat strategis untuk kepentingan organisasi, bangsa dan Islam ‘ala Ahlussunnah Wal Jamaah Annahdliyah. Rijalul Ansor juga harus terus diperkokoh untuk memperkuat tradisi ahlussunnah wal jamaah
annahdliyah,” katanya.

Di kalangan aktivis, Gus Sholah selain sebagai Sekretaris PW Ansor Jateng, juga menjabat Sekretaris Eksekutif ASMINDO (Asosiasi Perindustrian Mebel dan Kerajinan) Solo Raya 2013-2016, Koordinator Pemantau Pemilu Legislatif & Pemilu Presiden/Wakil Presiden (long term observer) di Partnership Jateng (2014), dan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Surakarta (2013).

Selain itu Gus Sholah pernah menjabat Ketua Umum PKC PMII Jateng (2004-2006), Koordinator JPPR Kota Surakarta (2004), Ketua Umum PMII Kota Surakarta (2001 –
2002), dan Koordinator Divisi Pemantauan Jaringan Masyarakat Pemantau Pemilu Indonesia (JAMPPI) Kota Surakarta (1999).

Selain pengalamannya di berbagai organisasi yang telah menempanya, Gus Sholah juga memiliki hubungan nasab dengan KH Sholeh Darat, yang merupakan guru dari Kiai-kiai di Nusantara.

Ketua PW NU Jawa Tengah, H Abu Hapsin mengatakan, pihaknya mengapresiasi GP Ansor Jateng di bawah kepemimpinan Ikhwanudin. Sejak 2014 Ansor selalu dekat dengan NU sehingga tidak ada pekerjaan yang tidak terselesaikan. Semua kegiatan juga berjalan sesuai rencana.

“Maka kami berharap mudah-mudahan kepemimpinan ke Ansor Jateng ke depan memiliki semangat dan kerja seperti Mas Ikhwan,” katanya.

Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Quomas, memberikan apresiasi terhadap hasil kinerja PW GP Ansor Jateng sejak 2014 lalu. bahkan periode ini ada satu Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, sebagai yang terbaik se Jawa tengah bahkan se
Indonesia.

“Dari PP Ansor kita berikan reward RP 25 juta. Uang tersebut untuk pembinaan dan mengembangkan organisasi di PAC Garung. Semoga bermanfaat dan bisa membuat lebih semangat,” ungkapnya.

Apresiasi untuk PW GP Ansor Jateng, karena dari hasil akreditasi ternyata mampu meraih angka 69 persen. Hasil ini terhitung paling tinggi secara nasional.

“Ansor Jateng sangat luar biasa. Kalau saya boleh menilai, di antara 34 Pimpinan Wilayah se- Indonesia yang terbaik adalah Ansor Jawa Tengah,” pungkasnya.

Suasana Konferwil/Foto: Parwito.

Komentar