Imigrasi Malaysia Tahan 440 Pendatang Ilegal

56
Ilustrasi bendera Malaysia - Foto: Dokumentasi CDN

KUALA LUMPUR – Jabatan Imigrasi Malaysia menahan 440 pendatang ilegal atau pendatang tanpa izin (PATI) dalam operasi di sekitar Jalan Bukit Bintang Kuala Lumpur, Selasa (14/11/2017) petang.

Ketua Pengarah Jabatan Imigresen Datuk Seri Mustafar Ali, mengatakan operasi yang digelar berlangsung dua jam mulai pukul 17.00 petang. Operasi berlangsung di pusat perniagaan di Jalan Alor dan Jalan Changkat di Bukit Bintang. “Sebanyak 915 warga asing yang kebanyakan bekerja di tempat perniagaan tersebut diperiksa dalam operasi terkait,” sebut Mustafar.

Berdasarkan pemeriksaan yang dijalankan, sebanyak 440 warga asing terdiri daripada 389 lelaki dan 47 wanita serta empat anak-anak berusia antara empat hari hingga 50 tahun ditahan. “Warga Bangladesh merupakan warga paling banyak ditahan, diikuti Vietnam, Indonesia, Pakistan, India, Yaman dan beberapa negara lain,” tambahnya.

Dia mengatakan kesalahan utama mereka yang ditahan adalah tidak memiliki dokumen perjalanan sah dan paspor kadaluarsa. Operasi dilakukan menyusul pengaduan mengenai membanjirnya warga asing di lokasi tersebut. Sebanyak 267 petugas imigrasi dilibatkan dalam operasi diantaranya Jabatan Pendaftaran Negara, Dewan Bandaraya Kuala Lumpur, Suruhanjaya Syarikat Malaysia dan Pasukan Gerakan Am.

Keterlibatan banyak petugas mempertimbangkan faktor kawasan operasi yang luas. Di lokasi  tersebut juga menjadi pusat kedatangan wisatawan, sehingga operasi dilakukan untuk memastikan tidak ada pendatang ilegal yang lepas. “Semua pendatang ilegal ditahan dibawa ke depo tahanan Imigresen Bukit Jalil untuk penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Mustafar. (Ant)

Komentar