Indonesia Raih 19 Emas di Kejuaraan Renang Brunei

64
Ilustrasi renang - Dokumentasi CDN

JAKARTA – Kontingen Indonesia sukses merebut 19 medali emas pada kejuaraan renang yang bertajuk 41st South East Asian Age Group Swimming Championship 2017 di Brunei Darussalam. Kejuaraan tersebut telah berakhir Minggu (12/11/2017).

Berdasarkan data dari PB PRSI pada hari terakhir pelaksanaan kejuaraan, Indonesia mendapatkan tambahan lima emas. Sehingga total raihan medali yang didapat Indonesia selama kejuaraan sebanyak 19 emas, 24 perak dan 14 perunggu.

Dengan hasil ini Indonesia mampu bertengger diposisi dua klasemen dibawah pemuncak Vietnam. Di posisi pertama Vietnam berhasil mengumpulkan 51 emas, 27 perak dan 13 perunggu. Di posisi tiga ada Thailand dengan raihan 16 emas, 21 perak dan 29 perunggu.

Pada kejuaraan ini, Indonesia juga sukses meloloskan empat atletnya di Youth Olympic di Argentina setelah sukses membukukan catatan waktu lebih kecil daripada dengan limit yang telah ditetapkan. Keempat atlet yang lolos ke Argentina itu adalah Farel Amandio, Adinda Larasati Dewi, Azzahra Permatahani dan Azel Zelmi.

Kondisi tersebut jelas membuat jajaran pelatih maupun PB PRSI bangga karena lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. “Akhirnya saya bisa. Ini kali pertama saya untuk bisa tampil di Youth Olympic. Semoga hasil ini bisa membuka jalan saya untuk menuju olimpiade,” kata perenang muda potensial, Azzahra Permatahani.

Hal yang sama dikatakan oleh Azel Zelmi. Menurut dia awalnya tidak percaya jika bakal lolos ke Youth Olympic. Namun, semangat dan kerja keras mampu menjadi motivasi untuk meraih hasil terbaik. Apalagi pada kejuaraan ini banyak atlet yang turun. “Awalnya saya tidak menyangka bisa lolos, tentu di Argentina saya akan berjuang lebih baik lagi. Ini sangat berarti, untuk kemajuan karir saya ke depan,” kata Azel Zelmi.

Sementara itu manajer tim renang Indonesia Hartadi mengatakan, jika perkembangan atlet cukup bagus meski pada kejuaraan di Brunei Darussalam ini belum masuk peak performance. Pihaknya optimistis, kedepan atlet Indonesia mampu bersaing dengan negara lain yang selama ini memberikan kejutan.

“Di tahun 2014, Indonesia hanya bisa meloloskan dua atlet. Yang menjadi kebanggaan, perenang ini juga akan langsung tampil pada kejuaraan bergengsi di dunia itu,” pungkasnya (Ant).

Komentar